Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kalau boleh memilih, anak jutawan, Chloe Pidgley, tak ingin meminta kisah asmaranya berakhir tragis. Dia nyaris meregang nyawa di tangan pria yang semula amat dicintainya, Antonio Henry.
Dikutip dari The Sun, Minggu 7 April 2019, Chloe merupakan anak dari jutawan dan cucu pendiri Berkeley Home, Tony Pidgley. Dia akan menjadi salah satu penerima warisan senilai 310 juta poundsterling atau sekitar Rp5,7 tirliun dari saham perusahaan bersama anggota keluarga lain.
Di usia 18 tahun, Chloe sudah menggunakan sebagian hartanya untuk membeli apartemen tiga kamar di London, Inggris.
Wanita ini bekerja sebagai resepsionis sebuah restoran mewah. Dia terkenal sangat percaya diri dengan pekerjaannya sampai berjumpa dengan pria bernama Henry.
" Dia terlihat sangat manis," kata Chloe yang bertemu dengan Henry pada Januari 2018.
Pria ini adalah seorang pengangguran dan pengguna narkoba.
Awalnya, Henry bersikap baik. Saat berpacaran, dia sering memasak makan malam untuk Chloe dan membersihkan apartemennya.
Lama-lama perilaku dia berubah menjadi agresif. Barang-barang Chloe dicuri dan pria ini sering tinggal di apartemennya.
Ketika diminta untuk meninggalkan hunian, pria ini malah tidak mau. Lelaki ini juga merokok ganja di apartemennya.
" Dia juga mencegah saya berteman," kata Chloe.
Wanita ini juga mencarikan pekerjaan bagi Henry tapi tak berhasil.
Tak tahan, Chloe meminta putus dengan Henry. Bukannya kisah pedihnya berakhir, sang mantan justru mengancam akan menyiramnya dengan cairan asam dan menikam siapa pun yang bersama wanita berusia 26 tahun itu.
Dia juga mengirim pesan kekerasan kepada dirinya, ibu, dan kakak Chloe.
Malah, Henry menonjok wajah Chloe ketika sang wanita mengembalikan barang-barangnya. Dia juga melempar botol kepada cucu bos properti.
Chloe melapor polisi, lalu Henry kabur. Sayangnya, kasusnya tidak dilanjutkan lagi.
Mimpi buruk bagi Chloe ketika sang mantan merusak apartemen senilai 2,5 juta poundsterling milik Chloe.
Henry menghancurkan TV Chloe. Ketika itu, dia bersama temannya sedang berada di ruang tamu.
Chloe menjerit dan masuk ke kamar tidur. Pria itu juga menghancurkan pintu dan memaksa masuk ke kamar Chloe.
Di kamar, sang pria meninju wajah Chloe dan duduk di atas dadanya. Wanita malang ini tak bisa bernapas dan nyaris mati. Temannya tak bisa berbuat apa-apa.
Setelah puas menghajar Chloe, Henry kabur lewat jendela. Sebelum menghilang tiga bulan, dia mengancam akan kembali lagi sambil membawa cairan asam.
Teman Chloe memanggil ibunya dan polisi. Akibat kejadian itu, Chloe trauma. Dia tak mau pergi ke mana-mana dan berat badannya turun.
" Kalau saya mengalami (kekerasan dalam hubungan), orang lain juga iya. Saya (bercerita) seperti ini agar hubungan seperti itu tidak semakin jauh," kata dia.(Sah/ Sumber: Thesun.co.uk)