Kuliner (3): Cerita Sushi Halal di Restoran Sushi Miya8i

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 23 Februari 2015 20:15
Kuliner (3): Cerita Sushi Halal di Restoran Sushi Miya8i
Bermula dari kios kecil di pinggir jalan. Sejak awal memilih menjual makanan Jepang halal. Terus tumbuh dan berkembang.

Dream - Di balik dinding kaca tembus pandang, tiga pria berdiri berjajar. Mereka berdiri berdekatan. Keringat nampak menetes di kening mereka. Sesekali mereka melihat jam dinding. Mereka seolah tengah beradu cepat dengan waktu.

Tangan mereka hampir tak pernah berhenti bergerak. Berkutat pada talenan serta pisau bermata tajam. Mata mereka sesekali menyapu bumbu racikan dan ikan segar di atas meja. Kepulan asap panas mesin penanak nasi membuat udara di ruang itu terasa sedikit gerah.

Ketiganya begitu telaten menaruh aneka rajangan seafood di atas adonan nasi. Kemudian rajangan itu digulung ke dalam nasi seperti membuat lemper. Setelah gulungan itu selesai, satu persatu gulungan nasi itu dilumeri saus-krim. Setelah pengganan itu siap, lalu disajikan rapi di atas piring porselen putih bersih. Semua selesai dalam waktu kurang dari 10 menit.

" Ting...tong..." bunyi bel berdering ditekan si juru masak. Tanda pesananan makanan sudah siap. Kudapan gulungan nasi berisi seafood, tersohor dengan nama Sushi, langsung disambar pramusaji.

" Order tambahan! Paket sushi tiga," teriak pramusaji lainnya ke koki dari luar kaca seraya berlalu.

Pesanan rupanya semakin membludak seiring terus bertambahnya tamu. Maklum, saat itu tengah  jam makan siang. Para koki pun terlihat begitu cekatan. Walau sibuk dan terdesak oleh order pesanan yang terus mengalir, semburat ketegangan tak tampak dari raut wajah mereka. Sorotan mata pengunjung yang menahan lapar menunggu pesanan tak membuat mereka gugup.

Konsep dapur terbuka itu memang jadi bagian dari atraksi untuk menyenangkan tamu. Menjadi tontotan yang menyegarkan para tamu sebelum pesanan mereka diantar. Tamu di rumah makan itu memang bisa melihat sendiri pesanannya diracik juru masak.

Keunikan itulah yang disodorkan restoran kuliner Jepang di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Namanya, Sushi Miya8i. Ups, kok namanya..., seperti salah satu aktris Jepang yang kerap bermain di film dewasa, Miyabi.

Jangan salah menduga dulu. Nama ini dipilih perintisnya karena arti Miyabi dalam bahasa Jepang adalah " megah, mewah dan besar." Jadi tak ada hubungannya dengan bintang film dewasa Jepang, Miyabi.

Agar tak diidentikan dengan sesuatu yang negatif dan punya ciri khas tersendiri, huruf B diganti dengan angka 8. Dalam filosofi mereka, angka 8 tidak putus, sehingga berharap keberuntungan selalu ada di sini.

" Jadi membuat penasaran orang yang datang. Alhamdulillah kami tidak pernah mengalami hal yang tidak diinginkan. Semuanya aman," kata Leo, Head Manager Sushi Miya8i Depok kepada Dream.co.id, akhir pekan lalu.

Menariknya, meski mengusung kuliner dari Negeri Matahari, resto ini kental dengan konsep Islami. Seperti apa?.....cek halaman berikut!

1 dari 2 halaman

Diajak Belajar Berhijab

Makanan yang diusung restoran ini sepenuhnya halal. Dan restoran ini sudah terdaftar resmi di daftar restoran halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Adalah Adi Nugraha, Thomas Nawilis, Ory Vitrio De Janeiro serta Teuku Wisnu yang menjadi sosok di balik mencorongnya resto yang telah memiliki sekitar tujuh cabang ini. 

Bermodal cekak, kelima aktris ini memulai dari kios kecil beratapkan terpal dan bangku-bangku plastik layaknya warung pinggir jalan, dua tahun silam. Mereka bahkan tak sungkan turun langsung melayani konsumen.

Di bawah tangan dingin mereka, Sushi Miya8i, semakin berkibar. Pundi pun bertambah. Kini mereka giat berekspansi. Outlet pertama di Kebayoran, kemudian Tebet, lalu Depok, Kemang, Kalimalang, Rawamangun, Kemanggisan, dan terbaru di Bali.

Yang membuat resto ini tak pernah sepi pengujung karena makanan yang ditawarkan kualitas dan rasanya seperti di hotel bintang lima. Dan ini kelebihannya: harga yang ditawarkan harga kaki lima! 

" Selama ini sushi identik dengan makanan mahal di dalam mal dan hotel. Untuk kantong anak kuliahan atau sekolah pasti berpikir, mending makan nasi Padang karena banyak dan murah. Dari sinilah lahir konsep Sushi Miya8i,  semua kalangan bisa menikmati makanan sushi," kata Leo.  

Saat Dream.co.id  berkunjung ke Sushi Miya8i cabang Margonda, Depok, akhir pekan kemarin, Anda memang tidak usah takut dipatok harga mahal. Menu yang ditawarkan terjangkau, mulai dari Rp 6.000 sampai Rp 33.000.

Tak cuma murah. Pengunjung juga tak perlu cemas, karena semua makanan yang dijual dijamin halal. Tak heran, terlihat sertifikat halal dari MUI yang selalu terpajang di dinding dekat kasir. 

" Karena ini sushi mungkin ada pengunjung bertanya halal tidak? Alhamdullilah adanya sertifikat halal meyakini masyarakat kalau makanan yang disajikan sudah diakui halal oleh MUI dan LPPOM," kata salah satu pemilik Sushi Miya8i, Ory Vitrio.

Suami dari aktris Oki Setiana Dewi ini menegaskan sertifikat halal di restonya akan diperbaharui jika masa berlaku habis. " Bisanya berlaku kurang lebih dua tahun. Ini penting karena pertanggung jawaban kita di akhirat kelak, memastikan menyajikan makanan halal."

Resto ini dirancang agar pengunjung betah menyantap hidangan. Dekorasi resto kental dengan warga merah. Dinding dipenuhi foto berbingkai berisi gambar perkembangan restoran. 

Di cabang Depok, resto ini menempati bangunan tiga lantai. Lantai pertama mengusung open kitchen (dapur terbuka). Lantai kedua dan ketiga diperuntukkan untuk mushola. Boleh dibilang teramat jarang, resto menyediakan ruang lebih besar untuk tamu salat.

Sisi menarik lainnya, semua wanita yang bekerja di sini diwajibkan menggunakan hijab. Para empunya resto rupanya ingin mengajak karyawati belajar mengenakan hijab. 

Kebijakan yang berlaku sejak tahun ini dibuat atas kesepakatan antara pemilik dan semua karyawan wanita. " Jadi semua setuju. Agar tamu yang ke sini juga nyaman dan lebih menyakinkan kalau makanan yang disajikan halal," kata Ory menjelaskan.

2 dari 2 halaman

Menu Para Artis, Bikin Kecanduan

Di resto ini terdapat sekitar 70 menu yang ditawarkan, dan ada sekitar 20 menu spesial dan istimewa. Sebagian di antaranya mengguna nama-nama artis yang notabene pemilik resto.

Misalnya, menu 'Harlinoto Roll' dengan crab saladkejuriavocadoprawn roll dengan topping chruncki flakes. Menu ini merupakan menu pilihan dari artis Dude Harlino.

© Dream.co.id

Ada 'Teuku Hot Unagi Roll' dengan isi chupped unagi, rolled dengan sushi rice. Teuku Wisnu menyarankan menu ini untuk dicoba. Kedua menu ini ditawarkan dengan harga berkisar Rp33 ribu.

© Dream.co.id

Lalu apa kata pengunjung? Konsep Islami, jaminan halal, harga murah serta rasa yang lezat jadi alasan Dion Pandhika doyan makan di Sushi Miya8I. Sebagai mahasiswa berkantong pas-pasan, menu di sini jadi solusi dia ketika lapar melanda.

" Kalau sushi biasanya mahal di sini terjangkau dan rasanya enak. Halal juga. Jadi tidak was-was. Harganya cocok buat mahasiswa seperti saya," kata Dion sembari menyeruput oca (teh) panas.

Pelanggan tetap lainnya adalah Claudia. Karyawati swasta itu saban dua hari sekali menyantap aneka sushi di resto tersebut. " Makan sushi di sini kita tenang, karena dijamin halal. Terus murah dan enak. Cuma kadang harus sabar, suka antre lama apalagi saat jam makan siang atau weekend," komentar Claudia yang saat ditemui sudah menghabiskan dua piring sushi. 

Begitulah cerita Sushi Miya8i. Dengan sertifikasi halal, tak membuat pengunjung restoran berkurang. Justru pengunjung terus mengalir sehingga memaksa resto ini terus tumbuh dan mengembangkan cabang. Belajar dari sini, konsep resto halal karenanya masih menyisakan pangsa pasar yang besar di Indonesia. Pasar yang teramat besar… (eh)

Laporan: Kusmiyati

Beri Komentar