Cuma Tidur, Pria Ini Dapat Hadiah Rp151 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 2 Maret 2020 08:42
Cuma Tidur, Pria Ini Dapat Hadiah Rp151 Juta
Kok bisa?

Dream - Seorang aktor amatir menjadi “ selebritis” dadakan di platform Tiongkok, Douyin. Dia mendapatkan banyak uang dari siaran langsung…yang menampilkan dirinya tidur.

Dikutip dari Oddity Central, Minggu 1 Maret 2020, lelaki bernama Yuansan menyiarkan langsung tidur di Douyin pada 9 Februari 2020. Kala itu, dia hanya ingin memastikan apakah tidurnya mendengkur atau tidak.

Menariknya, keesokan harinya, siaran itu menarik ratusan ribu pandangan dan sekitar 800 ribu pengikut baru di channelnya.

Lonjakan penonton yang tak terduga mendorong streamer muda untuk mengulangi penampilannya beberapa kali. Alhasil, salurannya menjadi viral dan mengumpulkan sampai 18,5 juta penonton dan hampir punya 1 juta pengikut.

Yuansan menawarkan jenis konten lain kepada penonton. Tapi, yang diinginkan mereka hanyalah ingin melihatnya tidur.

“ Saya bosan. Jadi, saya memutuskan untuk menyiarkan langsung diri saat tidur. Tapi, saya tak berpikir pengguna internet akan lebih bosan daripada saya,” kata dia dalam video yang diunggah di saluran medsosnya.

Yuansan mengaku tak ingin lagi menyiarkan diri yang tidur. “ Terima kasih teman-teman karena datang menemui saya hari ini. Tapi, saya tidak berencana untuk siaran langsung dalam waktu dekat,”kata dia.

1 dari 6 halaman

Dapat Hadiah Rp151 Juta

Sayangnya, setiap kali mencoba mengunggah video pendek yang memamerkan keterampilan aktingnya, para penonton bertanya kapan dirinya akan tidur. Kadang-kadang mereka meminta Yuansan untuk tidur saat waktunya nanggung.

Yuansan tahu itu hanya iseng. Dia sangat senang mencoba untuk konten lain. Dikatakan bahwa siaran langsung yang tak diduga itu, membuatnya mendapatkan hadiah virtual senilai 76 ribu yuan (Rp151,53 juta).

Keberhasilan Yuansan ini diyakini terkait dengan wabah virus corona yang menjangkit Tiongkok. Jutaan orang terkurung di rumah dan mencari cara untuk menghibur diri sendiri. Rupanya, menonton orang yang sedang tidur di internet bisa menjadi hiburan.

2 dari 6 halaman

Multijutawan Dicemooh, Bikin Bak Sampah Buat Tempat Tidur Gelandangan

Dream - Seorang multijutawan menemukan cara unik untuk menangani masalah tunawisma. Dia menanamkan uangnya untuk membangun tempat tidur bagi warga yang hidup menggelandang.

Namun metode yang dipakai hartawanini unik sekaligus membuat dahi mengeryit. Dia membuat tempat tidur unik berbentuk tempat sampah.

Dikutip dari Mirror, Rabu 12 Februari 2020, multijutawan nyentrik bernama Peter Dawe membuat tempat sampah berengsel yang memudahkan para tunawisma masuk dan berbaring di dalamnnya.

 

 © Dream

 

Untuk biaya pembuatan, Dawe hanya menghabiskan uang 100 poundsterling atau Rp1,78 juta.

Pengusaha sekaligus politisi di Partai Brexit ini optimistis penemuannya berdampak besar. Ide ini tercetus dari tayangan tunawisma yang mengeluh karena ditendang saat tidur.

“ Jika berbaring di jalan dengan kantong tidur, itu sangat rentan,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Lebih Nyaman di Tempat Sampah daripada di Tenda?

Dawe beralasan tidur di dalam tempat sampah lebih nyaman daripada tenda dan bisa tahan badai.

“ Sangat nyaman dan kering. Ini adalah desain Marmite,” kata dia.

Untuk membuktikan klaimnya tersebut, Dawe mengaku pernah mencoba tidur selama 10 menit di dalam tempat sampah itu. saat tak dipakai, tempat itu bisa digunakan sebagai ruang penyimpanan pakaian dan barang-barang lainnya pada siang hari.

4 dari 6 halaman

Dicemooh, dan Tak Ada yang Mau Coba

Dawe membawa dua purwarupa ke tempat penampungan tunawisma di Cambridge, Inggris. Seperti sudah diduga, tak ada satu pun tunawweisma yang mau mencobanya.

Malah, penemuannya dicemooh di media sosial. Seorang kolumnis, Ros Wyne Jones, mengatakan seorang tunawisma takut jika harus tidur di tempat sampah saat cuaca buruk. 

Kemudian, warganet bernama Matthew Taylor, mengatakan penemuan itu adalah yang terburuk dan merendahkan tunawisma. 

“ Ingatlah bahwa kamu bisa membeli tenda murah untuk harga itu. Tenda benar-benar berguna untuk tidur,” kata dia.

5 dari 6 halaman

`Kuntilanak` Pun Bisa Punya Duit Rp5 Juta

Dream - Meski menyeramkan, film bertema horor banyak disukai para penonton televisi di Tanah Air. Dari sejumlah makhluk halus yang tersohor di Indonesia adalah Kuntilanak. 

Saking populernya hantu berambut panjak dan berpakaian serba putih ini, kuntilanak sering menjadi “ objek” costume player (cosplay).

Menjadi kuntilanak jadi-jadinya ternyata bisa mendatangkan berkah. Seorang “ kuntil” bisa membawa pulang duit sekitar Rp5 juta.

Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 11 Februari 2020, wisata bertema hantu memang menjadi ladang uang sekaligus sumber penghasilan bagi beberapa orang di Indonesia. Salah satunya bisa kamu temukan di kawasan Asia Afrika, Bandung. 

Di kawasan tempat hangout anak muda Bandung ini ada banyak orang yang mencari uang dengan menjadi cosplay. Salah satunya dengan menjadi “ kuntilanak”.

 

 © Dream

 

“ Jalan Asia Afrika sekarang jadi pariwisata hantu-hantu cosplay. Pendapatan kuntilanak bisa mencapai Rp5 juta per orang,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Menurut Kang Emil, sapaannya, pariwisata tak melulu soal kemewahan. Banyak beragam inovasi lahir untuk mendatangkan banyak orang atau berkunjung ke suatu tempat dengan cara sederhana. 

“ Lahir pariwisata baru namanya selfie ekonomi. Di mana ada objek foto, di situ ada wisatawan yang datang,” kata Ridwan Kamil di Musyarawarah Nasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), di Karawang, Jawa Barat.

6 dari 6 halaman

Diterapkan di Kuningan

Tak hanya itu, selfie ekonomi ini juga diterapkan di sebuah Desa Kuningan berada di Bandung. Keindahan bukit di kawasan tersebut menjadi daya tarik masyarakat berkunjung ke desa tersebut.

Dengan antusias masyarakat tersebut, kemudian membuat kepala desa setempat memanfaatkan peluang. Setiap orang berkunjung dikenakan biaya yang tidak begitu besar yakni Rp10 ribu untuk mendapatkan spot bagus.

Dalam setahun, dari wisata foto, ada Rp1,5 miliar uang yang bisa masuk ke kas desa.

“ Ini akan kami kembangkan terus, termasuk homestay, mengajak warga, memperbaiki kualitas rumah untuk disinggahi,” kata dia.

Beri Komentar