Ini Besaran Gaji Pokok Anggota DPR Periode 2019-2024

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 15 April 2019 15:13
Ini Besaran Gaji Pokok Anggota DPR Periode 2019-2024
Berapa gaji pokok yang diterima oleh anggota parlemen?

Dream – Pemilu 2019 tak hanya menggelar Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan memimpin lima tahun ke depan. Para pemilih juga diminta untuk memberikan hak suaranya dalam memilih calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Tak hanya para politisi, Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 juga diramaikan dengan sejumlah selebriti yang mencalonkan diri. 

Sebagai lembaga kelengkapan negara, penghasilan dan tunjangan anggota DPR diperoleh dari alokasi anggaran yang masuk dalam APBN. 

Kira-kira berapa, ya, gaji pokok yang diterima oleh anggota DPR?

Dikutip dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Anggota Lembaga Tinggi Negara serta Uang Kehormatan Lembaga Tertinggi Negara, Senin 15 April 2019, tertulis gaji pokok yang diterima oleh pimpinan dan anggota lembaga tertinggi, seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta Mahkamah Agung (MA).

Gaji pokok yang diterima oleh ketua MPR, DPR, DPA, BPK, dan MA sebesar Rp5,04 juta.

Gaji wakil ketua MPR, DPR, DPA, BPK serta wakil ketua MA dan wakil ketua majelis sebesar Rp4,62 juta.

Ketua muda MA akan mendapatkan gaji pokok sebesar Rp4,41 juta per bulan.

1 dari 4 halaman

Bagaimana dengan Anggota DPR?

Untuk anggota DPR, gaji pokok yang diterima sebesar Rp4,2 juta. Angka ini sama dengan anggota DPA, BPK, dan hakim anggota MA.

Anggota MPR akan mendapatkan uang kehormatan sebesar Rp1,75 juta per bulan. Uang ini akan diberikan kepada anggota MPR yang tak merangkap sebagai anggota DPR. 

2 dari 4 halaman

Ini Gaji Presiden dan Wapres Periode 2019-2024

Dream - Dalam debat Capres 2019 terakhir, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno, berjanji tidak akan mengambil gaji bila memenangkan Pilpres 2019. Sandiaga justru akan memberikan gaji kepada sejumlah pihak.

“ Kami berkomitmen tidak mengambil gaji serupiah pun,” kata Sandiaga di debat capres kelima di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Senin 15 April 2019.

Lalu, berapa jumlah gaji yang akan diterima bagi kepala negara periode 2019-2014?

Dilansir dari laman Kementerian Keuangan, Kamis 1 November 2018, menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, tertulis gaji pokok presiden itu 6 kali gaji pokok tertinggi pejabat negeri Indonesia selain presiden dan wakil presiden.

Sementara gaji yang diterima wakil presiden empat kali daripada gaji pokok yang diterima oleh pemimpin lembaga tertinggi.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Anggota Lembaga Tinggi Negara serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi Negara, gaji pokok yang diterima oleh pemimpin lembaga tertinggi, seperti ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), sebesar Rp5,04 juta.

Dengan begitu, gaji pokok yang diterima presiden sebesar Rp30 juta per bulan, sedangkan wapres mendapatkan Rp20,16 juta,

3 dari 4 halaman

Presiden-Wapres Juga Terima Tunjangan

Namun, gaji yang diterima belum termasuk tunjangan jabatan yang diterima presiden dan wakil presiden per bulan.

Sesuai dengan Keputusan Presiden No. 68 Tahun 2001, tunjangan yang diterima presiden sebesar Rp32,5 juta, sedangkan wakil presiden Rp22 juta.

Ditambah dengan tunjangan, total gaji yang diterima oleh presiden sebesar Rp62,74 juta, sedangkan wakil presiden Rp42,16 juta setiap bulannya.

Selain itu, menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden, pasal 3 menyebut bahwa presiden dan wakil presiden akan mendapatkan fasilitas pembayaran biaya yang berhubungan dengan tugas kewajibannya, biaya rumah tangga, serta biaya perawatan kesehatan dan keluarganya.

Pasal 5 UU No. 7 Tahun 1978 mengatakan presiden dan wakil presiden mendapatkan rumah dinas dengan segala kelengkapannya. Dua pemimpin negara juga akan mendapatkan kendaraan dengan pengemudinya. 

(ism)

4 dari 4 halaman

Pasangan Prabowo-Sandiaga Janji Tak Ambil Gaji

Cawapres Sandiaga menjanjikan tak akan mengambil gaji apabila memenangi Pilpres 2019. Sandiaga mengatakan, gaji yang seharusnya diterimanya dengan Prabowo selayaknya diberikan kepada sejumlah pihak.

" Kami berkomitmen tidak mengambil gaji serupiah pun," kata Sandiaga.

Sandiaga juga kembali berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang bersih dan kuat. Dia pun mengingatkan pada 17 April mendatang untuk mencoblos Prabowo-Sandiaga.

" 17 April mari kita ke TPS. Kita Tusuk Prabowo-Sandiaga (TPS)," kata Sandi. (Sumber, Merdeka.com) 

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary