Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Ilustrasi Ikan Croaker. (Foto: Shutterstock)
Dream – Harta karun yang ditemukan secara tak sengaja para nelayan tidak hanya soal muntahan paus yang rela ditebus mahal perusahaan kosmetik. Di India, seorang nelayan juga mendapatkan rezeki runtuh saat menangkan seekor ikan.
Dikutip dari Times of India, Jumat 22 Oktober 2021, nelayan yang berasal dari Palghar, Maharashtra, India, menjadi jutawan dalam sekejap. Dia menjadi nelayan tajir setelah menemukan ratusan ekor ikan ghol dengan harga mencapai 13,3 juta rupee atau sekitar Rp2,51 miliar.
Cerita ini berawal dari Tare yang melaut setelah larangan melaut saat peralihan musim hujan ke kemarau (Monsoon) dicabut. Tak seperti biasanya, dia mendapatkan 157 ikan ghol dalam sekali melaut.
Insiden ini membuat kru kapal terkejut. Yang ditangkapnya adalah ikan yang langka. Malah, yang termahal!
Ikan tersebut lalu dilelang oleh anak Tare, Somnath. Tak disangka seorang pembeli sanggup menebusnya dengan harga mencapai 13,3 juta rupee.
Sekadar informasi, ikan ghol merupakan jenis ikan croaker. Nama latinnya Protonibea diacanthus. Keberadaan ikan ini langka gara-gara pencemaran lingkungan.
Yang membuat ikan ini mahal adalah keberadaan kantong perut. Organ ini memiliki khasiat obat yang manjur dan punya nilai jual yang tinggi di pasar global.
Sebagian besar ikan ini ditemukan di wilayah perairan Indo-Pacific. Tercatat, ikan ghol ini merupakan salah satu ikan laut termahal di dunia.
Sayangnya, polusi telah “ menyapu” ikan itu dari perairan pantai ke laut dalam.
Dream – Seorang nelayan di Thailand menjadi miliarder dalam semalam. Dia menjadi tajir melintir setelah menemukan sebongkah besar muntahan paus alias ambergris.
Dikutip dari World of Buzz, Rabu 6 Oktober 2021, benda tersebut ditemukan oleh nelayan bernama Narong Phetcharaj di Pantai Niyom, Surat Thani, Thailand. Bobot muntahan itu seberat 30 kg dan dihargai US$1,25 juta atau sekitar Rp17,89 miliar.
![]()
“ Saya sangat senang dan tidak tahu harus berbuat apa. Saya berencana akan menjual ambergris setelah mendapatkan sertifikat yang membuktikan keasliannya,” kata dia.
Ambergris merupakan muntahan dari paus sperma. Setelah dikeluarkan dari perut paus, ambergris memang mengeluarkan bau menyengat. Lama-lama bau menyengat itu menjadi wangi dan terkesan manis. Ambergris menjadi bahan baku parfum yang berkualitas tinggi.
Setelah menemukan muntahan itu, Narong mengujinya ke pakar di Prince of Songkla University untuk membuktikan bahwa yang ditemukan adalah ambergris asli.
“ Tak ada penduduk desa yang pernah melihat atau menyentuh ambergris asli dari paus sebelumnya. Itu membuat mereka senang,” kata dia.
“ Kalau dapat harga yang bagus, saya akan pensiun sebagai nelayan dan akan berpesta dengan teman-teman,” tutup Narong.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?