Puluhan Juta Data Pribadi Penumpang Lion Air Bocor di Forum Internet

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 18 September 2019 11:11
Puluhan Juta Data Pribadi Penumpang Lion Air Bocor di Forum Internet
Tidak jelas data pribadi itu bisa muncul dan diperjualbelikan di dunia maya.

Dream - Puluhan juta data pribadi penumpang dua maskapai penerbangan yang dimiliki Lion Air beredar di forum selama lebih kurang sebulan. Data itu tersimpan di laman terbuka, Amazon.

BleepingComputer, menyebut catatan data tersebut terbagi dalam dua penyimpanan data. Data pertama dengan catatan 21 juta pelanggan. Sementara gepok data lain punya 14 juta data penumpang.

Data penting itu dibuat pada Mei 2019. Kebanyakan data pelanggan merupakan penumpang Malindo Air dan Thai Lion Air. Cadangan data lain berisi nama-nama penumpang Batik Air.

Data yang tersimpan memuat identitas pemesanan penumpang, nomor telepon, alamat surat elektronik, tanggal lahir, nomor paspor, alamat rumah, serta tanggal kedaluwarsa paspor.

1 dari 7 halaman

Data Pelanggan

 Data pelanggan Lion Air

Meski demikian, tidak jelas kapan data pribadi pengguna itu diakses kali pertama. Tapi, seorang pengguna yang mengumpulkan informasi sensitif dari berbagai forum pertukaran data menduga data tersebut muncul pada 10 Agustus 2019.

Pengguna tersebut, menemukan bahwa kumpulan dua data setelah mereka menerbitkan URL layanan penyimpanan `ember AWS`.

Pada 12 Agustus, seseorang pengguna internet menawarkan pertukaran data yang relatif dikenal dan beberapa waktu kemudian `ember` diamankan.

Dua database dari penyimpanan cloud masih beredar, meskipun, tersedia atas permintaan.  BleepingComputer melihat indeks direktori terbuka dan memperhatikan bahwa file cadangan, yang terbaru bernama 'PaymentGateway.'

Nama cadangan tambahan termasuk referensi untuk program hadiah perusahaan dan layanan pemesanan online GoQuo yang juga menyediakan solusi analitik pelanggan.

2 dari 7 halaman

Jawaban Lion Air

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, memberi penjelasan mengenai kasus ini. Dia menyebut kasus kebocoran data pelanggan Lion Air ini sedang diselidiki.

" Kami sedang melakukan cek ya," kata Danang, Rabu 18 September 2019.

3 dari 7 halaman

Usai Garuda, Lion Air Kini Larang MacBook Pro 15 Masuk Pesawat

Dream –  Lion Air Group melarang salah satu produk Apple, MacBook Pro 15 inchi keluaran 2015, masuk ke kabin dan kargo pesawat.

Larangan ini dikeluarkan seiring dengan penarikan produk oleh Apple.Larangan ini berlaku di penerbangan Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.

“ Melarang pengangkutan laptop produk Apple jenis MacBook Pro 15 inchi produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017 sebagai bagasi tercatat/ terdaftar (checked baggage) dan kargo,” kata Corporate Communication Strategic, Danang Mandala Prihantoro,di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 12 September 2019.

Kebijakan tersebut berdasarkan aturan yang dirilis oleh Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA), Federal Aviation Administration (FAA) atau Federasi Penerbangan Federal AS, European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) mengenai larangan membawa MacBook Pro (Retina 15-Inch). Ditemukan permasalahan pada baterai laptop di produk Apple tersebut yang berpotensi menimbulkan gangguan (hazard) terhadap faktor keselamatan perjalanan udara.

“ Keterangan terperinci yang mencakup spesifikasi produk MacBook Pro 15 Inc yang di recall (ditarik kembali), dipersilakan untuk akses https://support.apple.com/en-sg/15-inch-macbook-pro-battery-recall,” kata dia.

4 dari 7 halaman

Kalau Mau Tetap Dibawa?

Jika ingin dibawa, Danang meminta penumpang mematikan laptop itu selama penerbangan.

Tidak diperbolehkan gadget ini dalam keadaan sleep mode. Penumpang juga tak boleh mengisi ulang baterai selama penerbangan.

Danang mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait hingga pemberitahuan lebih lanjut. Lion Air Group patuh menjalankan ketentuan, aturan atau kebijakan yang berlaku serta menerapkan budaya keselamatan pada setiap lini operasional dalam rangka safety first.

5 dari 7 halaman

Jangan Isi Powerbank di Pesawat

Danang juga mengimbau setiap penumpang wajib dan selalu mematuhi segala aturan yang berlaku demi alasan keselamatan dan keamanan penerbangan. Lion Air Group masih memberlakukan pelarangan untuk membawa dan menggunakan perangkat portabel pengisi daya tambahan bateri (powerbank), dengan ketentuan sebagai berikut.

1. Selama berada di dalam pesawat dilarang menggunakan powerbank

2. Sebelum keberangkatan, setiap tamu atau penumpang wajib melapor ke petugas secara detail tentang kapasitas powerbank yang dibawa.

3. Sesuai aturan, powerbank berkapasitas daya:

a. Maksimum 100 Wh atau 20.000 mAh hanya boleh dibawa ke kabin dan dilarang masuk dalam bagasi tercatat/ terdaftar (checked baggage).

b. 100-160 Wh atau 20.000-32.000 mAh harus ada persetujuan dari Lion Air Group.

c. Lebih dari 160 Wh dilarang untuk masuk ke dalam pesawat. (mut)

6 dari 7 halaman

Garuda Indonesia Larang MacBook Pro 15 Dibawa Masuk ke Pesawat

Dream – Pemilik komputer jinjing keluaran Apple, MacBook Pro 15 Inchi dengan teknologi retina, harus siap meninggalkan laptop di rumah saat bepergian. PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) telah mengeluarkan larang bagi penumpang membawa laptop tersebut. 

Dalam keterangan tertulisnya, maskapai penerbangan pelat merah tersebut mengadopsi ketentuan serupa yang dikeluarkan otoritas keselamatan pesawat di Eropa dan IATA. 

VP Corporate Communication Garuda, M. Ikhsan Rosan menjelaskan kebijakan pelarangan tersebut muncul setelah Apple memutuskan menarik kembali produk MacBook Pro Retina 15 Inchi dari pasar. 

Perusahaan yang dibangun mendiang Steve Jobs itu menyatakan terdapat permasalahan pada baterai yang digunakan pada produk MacBook tersebut. 

" Sehubungan dengan adanya kebijakan penarikan kembali produk laptop MacBook Pro (Retina 15-Inch) oleh Apple, maskapai nasional Garuda Indonesia mengeluarkan larangan bagi penumpang untuk membawa produk tersebut ke dalam pesawat baik di kabin, bagasi maupun layanan kargo,” kata

Menurut Ikhsan kebijakan pelarangan ini juga sebagai langkah antisipasi dan tata laksana keselamatan dalam layanan penerbangan Garuda Indonesia.

Kebijakan tersebut juga sudah dikeluarkan oleh European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154). 

 

7 dari 7 halaman

Berpotensi Ganggu Penerbangan

Menurut Ikhsan, dua otoritas keselamatan penerbangan tersebut menilai baterai pada MacBook Pro tersebut berpotensi menimbulkan gangguan terhadap aspek keselamatan penerbangan.

Namun Ikhsan memastikan larangan membawa perangkat MacBook ini diperuntukkan untuk seri tertentu yang terjual dalam periode September 2015 dan Februari 2017.

Para pemilik MacBook Pro bisa mengetahui informasi lebih lanjut mengenai detail spesifikasi produk yang dilarang masuk ke dalam pesawat dapat mengunjungi https://support.apple.com/en-sg/15-inch-macbook-pro-battery-recall.

“ Garuda Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pihak regulator maupun stakeholders lainnya untuk menindaklanjuti larangan membawa perangkat laptop tersebut hingga adanya perkembangan lebih lanjut,” kata dia. 

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen