Demi Kemaslahatan Masyarakat, Inovasi Produk Syariah Perlu Fatwa

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 30 Oktober 2020 08:13
Demi Kemaslahatan Masyarakat, Inovasi Produk Syariah Perlu Fatwa
Baik produk keuangan syariah komersial maupun sosial.

Dream – Inovasi produk ekonomi dan keuangan syariah perlu dukungan fatwa yang progresif demi peningkatan kemaslahatan umat. Namun, fatwa itu harus tetap menjunjung tinggi kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam pencapaian maqasid al shariah.

“ Lebih dari itu, perkembangan sosial ekonomi masyarakat yang semakin dinamis, khususnya di era digital, menuntut perkembangan fikih kontemporer yang dapat mengimbangi kebutuhan usaha syariah dan berbagai inovasi produknya,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam pembukaan Forum Internasional “ Contemporary Fiqh Issues in Islamic Economic and Finance” secara virtual, dikutip dari laman Bank Indonesia, Rabu 28 Oktober 2020.

Salah satu fikih kontemporer yang dibahas dalam acara ini adalah wakaf produktif dan perannya dalam perekonomian. Area terkait wakaf merupakan bidang yang berpotensi dapat lebih dikembangkan di berbagai negara Muslim di dunia karena cakupannya dan kegunaannya yang luas dalam pemberdayaan ekonomi.

Berkenaan dengan hal ini, Indonesia telah meluncurkan inovasi berupa integrasi instrumen keuangan komersial dan sosial yang melibatkan wakaf, yakni Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Instrumen ini telah mendapatkan opini/fatwa sesuai dengan prinsip syariah, dari otoritas fatwa di Indonesia.

“ CWLS dapat menjadi instrumen alternatif untuk mendukung bergeraknya aktivitas ekonomi sekaligus pendalaman pasar keuangan untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Perry.

Webinar “ Contemporary Fiqh Issues in Islamic Economic and Finance” yang melibatkan pakar dari dalam dan luar negeri tersebut merupakan bagian dari rangkaian puncak acara ISEF 2020 yang diselenggarakan pada 27 hingga 31 Oktober 2020. Selain itu, pada hari yang sama, juga dilaksanakan beberapa high level event The 6th International Islamic Monetary Economics and Finance Call for Papers & Webinars yang mengangkat tema “ Rethinking the Developmental Role of Islamic Economy and Finance in the Era of Pandemic Covid 19” serta Inhalife Conference yang mengangkat tema “ Halal Lifestyle – Solution for Global Economy Revival”. Masyarakat dapat mengikuti rangkaian kegiatan ISEF 2020 secara virtual dengan mengunjungi ISEF Integrated Virtual Platform 2020 (https://isef.co.id.).

1 dari 3 halaman

Dream – Fatwa merupakan ruh atau jiwa di dalam sistem ekonomi syariah. Fatwa berperan penting dalam sistem ekonomi ini.

" Karena fatwa ini akan memberikan koridor dan batasan atas kesyariahan suatu transaksi yang seyogyanya sejalan dengan dinamika dan perkembangan zaman,” kata Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Wimboh Santoso, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 28 Oktober 2020.

Fatwa menjadi penting dan pembeda antara keuangan syariah dan konvensional. Keputusan atau fatwa yang diberikan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) merupakan hasil ijtihad kolektif atau dikenal dengan nama ijtihad jama'i.

“Tentu dari derajatnya ijtihad ini mempunyai kekuatan yang lebih kuat atau lebih tinggi, terutama apabila dibandingkan dengan ijtihad yang dilakukan oleh individual ulama,” kata Wimboh.

Adapun di Indonesia, fatwa yang diterbitkan khususnya mengenai transaksi keuangan syariah, berperan sangat penting dalam pengembangan industri keuangan berbasis syariah.

“Karena itu akan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap syariah kesyariahannya atas produk dan layanan yang dikeluarkan lembaga keuangan syariah,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

2 dari 3 halaman

Diakui `Tahan Banting`, Ekonomi Syariah Hadapi Kendala Literasi Masih Minim

Dream – Sistem ekonomi syariah bisa menjadi salah satu solusi untuk memulihkan perekonomian nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Ekonomi syariah memiliki sistem yang lebih stabil dan tahan banting, serta memegang prinsip berkelanjutan dan berkeadilan.

“Sistem ekonomi syariah diharapkan bisa menjadi salah satu solusi karena telah membuktikan diri sebagai sistem ekonomi yang mampu bertahan dalam keadaan pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama BRIsyariah, Ngatari, dalam “Workshop Perbankan Syariah: Memacu Literasi Keuangan Syariah Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional”, Senin 5 Oktober 2020.

 

© Dream

 

Meski terbukti ampuh, Ngatari mengatakan perbankan syariah masih menghadapi tantangan dari masih rendahanya pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah. Dia mendorong kegiatan literasi ekonomi dan keuangan syariah dimaksimalkan. Tujuannya agar masyarakat bisa memahami kekuatan dan keuntungan sistem perekonomian ini.

“Masih banyak ruang yang harus bersama-sama diisi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Perlu Inovasi?

Chief Investment Strategies&Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, mengatakan upaya dari berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Terutama, berkaitan dengan pilihan instrumen investasi berbasis syariah. Pilihan instrumen investasi yang beragam bisa mendorong masyarakat agar berinvestasi, terutama generasi milenial.

“Masih banyak masyarakat yang bertanya soal halal-haram,” kata Budi.

Dia menyarankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat terobosan untuk menggenjot angka literasi keuangan syariah.

“Mungkin ke depannya OJK, BEI, atau dewan syariah bisa menyarankan masjid-masjid untuk mencontohkan di sukuk dan instrumen syariah lainnya,” kata dia. 

Beri Komentar