Demi Berburu Seluruh Pokemon, Si Pemuda Berhenti Kerja

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 16 Juli 2016 15:02
Demi Berburu Seluruh Pokemon, Si Pemuda Berhenti Kerja
Astaga sampai segitunya. Tidak peduli panas, hujan dan makian pengguna jalan.

Dream - Keputusan gila diambil seorang pemuda Selandia Baru bernama Tom Currie. Dia nekad berhenti dari pekerjaannya di Auckland pekan lalu untuk menjadi pemburu monster Pokemon full-time.

Sejak berhenti kerja, Currie, 24 tahun, selalu membawa perlengkapan 'perang' untuk berburu monster Pokemon. Selain smartphone yang terpasang game Pokemon Go di tangan, setiap pagi Currie membawa tas ransel berisi termos terisi kopi, jas hujan, seporsi makan siang dan kebutuhan lainnya.

Dia kemudian berburu Pokemon di 'alam liar'. Tidak peduli panas, hujan dan apalagi makian pengguna jalan. Selama dua bulan penuh, dia berkeliling Selandia Baru dengan misi mengumpulkan semua monster Pokemon melalui Pokemon Go yang baru dirilis di negara itu pekan lalu.

Tekad Currie benar-benar baja dalam berburu monster Pokemon. Dia telah memesan 20 tiket bus yang akan mengantarnya berburu monster Pokemon di seluruh Selandia Baru.

Tidak kurang dari seminggu, dia sudah mengunjungi enam kota di South Islands. Hebatnya, dia berhasil menangkap monster Pokemon di setiap pemberhentiannya.

Sejauh ini, Currie berhasil menangkap....

1 dari 3 halaman

Sudah Menangkap...

Sejauh ini, Currie berhasil menangkap 90 dari 151 monster yang terdapat dalam game Pokemon Go.

Di daerah Kaikoura Ranges di pantai timur South Islands, Currie telah menangkap Dragonair, Scyther dan Jynx. Dan di alam liar pantai barat South Islands, dia menangkap Goldeen, monster Pokemon yang hidup di air.

" Saya ingin memiliki sebuah petualangan," kata Currie. " Saya telah bekerja selama enam tahun dan saya sudah sangat ingin berlibur. Dan Pokemon memberi saya kesempatan untuk menghidupkan mimpi itu."

Currie mengatakan petualangannya menyenangkan namun juga melelahkan. Kadang-kadang dia berburu hingga jam 3 pagi hingga tidur sangat lama karena karena berjalan 'bermil-mil' setiap hari.

" Pengalaman yang paling menarik sejauh ini adalah ketika berburu di Sumner, Christchurch, yang telah menjadi hot spot bagi pemburu Pokemon.

(Sumber: The Guardian)

2 dari 3 halaman

Ancaman Mengerikan Instal Pokemon Go

Dream - Tak dipungkiri Pokemon Go telah menjadi permainan yang populer saat ini. Dengan teknologi augmented reality (AR), kalangan penikmat permainan berbasis telepon seluler ini bisa " menangkap" karakter Pokemon di dunia nyata.

Tapi, tahukah Anda bahwa ada bahaya keamanan digital di balik permainan ini?

Dilansir dari Fortune, Kamis 14 Juli 2016, seorang analis yang bekerja di Red Owl, Adam Reeve, menuliskan ancaman bahaya digital itu dalam postingan sebuah blog. Tapi, tak dicantumkan nama blog yang dimaksud.

Dalam tulisannya Reeve mengatakan pengguna hanya memiliki dua pilihan untuk masuk ke permainan, yaitu lewat pokemon.com atau lewat akun Google. Karena saat ini pokemon.com tidak bisa menerima anggota baru, satu-satunya pilihan adalah Google.

Ketika pengguna iOS masuk ke Pokemon Go melalui Google, mereka memberikan Niantic, pengembang yang menciptakan permainan, akses penuh ke akun mereka. Seperti diketahui, satu akun Google bisa dipakai untuk mengakses Gmail, Google Drive, Google Maps, Google Foto, dan fitur Google lainnya.

Jika Niantic diberi pilihan untuk melakukannya, perusahaan berbasis di San Fracisco itu memiliki kemampuan untuk membaca email, mengirim email, dan bahkan melihat riwayat pencarian dan navigasi penggunanya.

Ini menjadi masalah keamanan kedua yang dihadapi Pokemon Go dalam enam hari setelah dirilis untuk pengguna iOS dan Android.

 

3 dari 3 halaman

Pokemon Sebarkan Malware?

Bahkan, Fortune melaporkan peretas telah berusaha untuk menyebarkan malware melalui versi tak resmi yang sekarang banyak beredar.

Pokemon Go diluncurkan pada hari Rabu pekan lalu dan dengan cepat menjadi permainan paling laris di App Store dan Google Play. Hanya beberapa hari Pokemon Go sudah menjadi lebih besar dari Tinder dan telah menambahkan valuasi sebesar US$7,5 miliar (RP97,85 triliun) bagi Nintendo.

Nintendo telah menolak berkomentar mengenai masalah keamanan dari Pokemon Go ini.

Beri Komentar