Dream - Jakarta kembali menyedot mata dunia. Saat lampu menyorot ke arah panggung, kilatan blits berebut momen terindah, semarak musik ikut memeriahkan suasana.
Satu persatu dari 230 model menyusuri catwalk. Mereka mempertontonkan 3.000 busana secara bergantian, karya lebih dari 200 desainer tanah air, Jepang, Inggris, Korea Selatan dan desainer dunia lainnya.
Gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2015, dimulai di hari pertama November ini. Acara tahunan yang sudah memasuki seri ke tujuh ini diakui sebagai pekan mode paling akbar di Asia Tenggara.
Tahun lalu saja, sebanyak 60 ribu foto diunduh para jurnalis seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Perancis, Arab Saudi, dan Belanda. Sebuah angka yang termasuk fantastis.
Hal paling istimewa di Jakarta Fashion Week ini adalah koleksi busana muslim. Beberapa tahun terakhir, Indonesia dikenal sebagai kiblat busana muslim dunia. Wajar jika rundown show untuk busana muslim meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Desainer busana muslim Indonesia seperti Dian Pelangi, Restu Angraini, Ria Miranda, Jenahara, dan NurZahra menguasai panggung. Nama mereka sudah beredar di berbagai negara Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Koleksi lima desainer busana muslim ini termasuk yang paling ditunggu dunia. Kreasi mereka dipastikan membawa pengaruh kuat tren dunia tahun depan. Masing-masing masih mempertahankan karakter yang sudah melekat mulai dari bahan dasar busana, warna, hingga ornamen aksesori. Bagaimana kelima genius mode Indonesia ini menyajikan koleksinya ? Berikut ulasannya;
Laporan: Kusmiyati dan Ervina
© Dream
Dream - Mewah nan glamor. Itulah gaya Dian Pelangi dalam koleksinya untuk 2015. Menggunakan material menawan seperti songket berbenang emas, ragam jaket dan rok maxi berpadu serasi dengan bahan beludru mengilap, sehingga tampilan akhir semakin glamor.
" Untuk tren fesyen busana muslim di 2015 akan lebih banyak menggunakan bahan beludru. Tapi tidak menutup kemungkinan, bahan satin dan siffon masih menjadi andalan. Sedangkan Warna-warna dasar atau netral masih jadi idola," kata Dian Pelangi.
© Dream
Dream - Beralih ke Restu Anggraini dalam labelnya Etu. Terlihat gaya busana modern minimalis yang sesuai dengan gaya wanita karier.
Berbagai busana berpotongan clean menjadi benang merah rancangan, selain juga teknik woven sebagai aksen pada area lengan, kerah, dan bagian depan baju. Keseluruhan rancangannya terlihat segar dan tetap mengutamakan kenyamanan.
" Prediksi saya, tren yang terjadi di tahun depan akan mengarah pada desain simple look atau modest wear dengan color palette lebih netral," kata Restu Anggraini.
© Dream
Dream - Di 2015, desainer yang satu ini mencoba keluar dari zona nyaman. Dikenal selalu mengusung warna pastel di setiap rancangan busananya, ia kini menghadirkan sesuatu yang baru, bernuasa lembut terinspirasi dari burung Flaminggo.
" Tren fesyen di tahun mendatang masih didominasi warna-warna lembut. Selain itu, warna dasar hitam dan putih bakal kembali jadi idola. Untuk model desain lebih ke calm dan fresh," ujar Ria Miranda.
© Dream
Dream - Desainer yang terkenal dengan koleksi busana muslimah simpel elegan bernuansa dark ini, akan menghadirkan serangga (insectology) di koleksi terbarunya.
Warna di tubuh serangga seperti Capung dan Kupu-kupu diaplikasikan di rancangan busana Jenahara. Buat dia, ini kejutan spesial, keluar dari warna biasa yang kerap diusung. Meski begitu, benang merahnya masih mengacu pada karakter Jenahara Black Label.
" Tren 2015 masih bertema formil nan-elegan yang kental dengan warna hitam dipadukan dengan beberapa warna cerah," kata Jenahara.
© Dream
Dream - NurZahra masih tetap tampil dengan ciri khasnya, dalam siluet serba longgar, outer kimono dan styling serba bertumpuk. Motif floral dalam pilihan warna hitam, biru dan abu-abu pun tak segan untuk ditabrakkan.
" Tren di tahun depan bertumpu pada kekayaan motif. Sehingga membawa kesan otentik tersendiri dalam busana."