DEV+ 2017 Lahirkan Tiga Pengembang Aplikasi Anak Negeri

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 30 Maret 2017 15:51
DEV+ 2017 Lahirkan Tiga Pengembang Aplikasi Anak Negeri
Dev+ 2017 menjadi ajang kompetisi bagi para pengembang dari seluruh Indonesia.

Dream - Kompetisi pengembang aplikasi telepon genggam berbasis Android dan iOS bertajuk Dev+ 2017 memasuki tahap akhir. Kompetisi yang diikuti ratusan tim itu menyisakan tiga tim pengembang dengan karya terbaiknya.

Ketiga tim tersebut adalah KakangAdi DevTeam dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta, Nona Developer dari Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Telematika Telkom Purwokerto, dan tim Buncis on Rails dari Universitas Gunadarma.

Mereka telah melalui tahap presentasi akhir yang digelar pada 26 Maret 2017 di Swiss Bel Hotel, Kemang, Jakarta Selatan. Ketiga tim tersebut berhasil meyakinkan dewan juri dan menyingkirkan tujuh tim lainnya.

Perjuangan ketiga tim tersebut ke babak akhir bukannya tanpa halangan. Mereka harus bersaing dengan 125 tim lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

 Dev+ 2017

Kompetisi yang diinisiasi oleh ABU Corporation (Abu Corp) itu telah dimulai sejak 28 Desember 2016 itu diikuti sebanyak 128 tim pengembang aplikasi dari seluruh Indonesia.

Di seleksi awal, mereka juga harus menghadapi ujian dari para juri. Mereka diminta untuk menjelaskan ide pembuatan aplikasi, desain tampilan dan kenyamanan pengguna (UI/UIX desain), serta kegunaan fitur yang ditawarkan.

Selain itu, para juri juga menanyakan rencana pengembangan bisnis dan bagaimana aplikasi yang mereka buat dapat menghasilkan keuntungan.

Dari 128 tim yang tercatat ikut, sebanyak 50 tim lolos dari penjurian babak pertama. 50 tim itu kemudian berhak melaju di babak pengembangan aplikasi.

 Dev+ 2017

Di tahapan berikutnya, 10 tim terpilih mengikuti presentasi akhir. Tiga tim yang memenangi babak presentasi akhir berhak menyempurnakan aplikasi karya mereka untuk saling memperebutkan juara pertama. Selain itu, tiga tim tersebut juga mendapat paket hadiah liburan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Beri Komentar
Detik-Detik Ulama Malang Meninggal Saat Ceramah