Apple Keluarkan Produk Notebook Dengan Harga Yang Miring. Apa, Ya?
Dream – Tak jarang orang mengurungkan niat untuk membeli MacBook—salah satu produk Apple yang berupa notebook. Alasannya, harganya terlalu mahal.
Saat ini, harga notebook Apple, MacBook—dikutip dari iBox—dibanderol dengan harga Rp18,59 juta. Duh, mahalnya.
Tapi, ada, lho, notebook Apple yang dijual dengan harga miring. Bahkan, harganya sepersepuluh dari harga MacBook yang dijual dengan harga belasan juta rupiah.
Di Malaysia, barang ini dijual dengan harga US$199-US$299 (Rp2,65 juta-Rp3,98 juta).
Murah sekali…
Dilansir dari Mynewshub, Jumat 24 Maret 2017, notebook yang dijual dengan harga miring ini bukanlah gadget seperti MacBook, melainkan buku cetak yang tebal.

Buku yang berjudul Desingned by Apple in California itu merupakan buku tebal yang berisi sejarah 20 tahun seni reka bentuk, yang dihasilkan oleh gadget berlogo buah apel tergigit ini.
Buku ini mengumpulkan lebih dari 450 foto gambar produk model ikonik Apple, termasuk iMac pada 1998 dan Apple Pencil pada tahun 2015. Turut didokumentasikan bahan dan teknik yang digunakan oleh tim Apple untuk berinovasi.

Berapa harganya? Satu ekslempar buku berukuran kecil dijual dengan harga US$199 (Rp2,65 juta) dan yang berukuran besar seharga US$299 (Rp3,98 juta).

Tentu saja produk Apple yang satu ini tidak memerlukan baterai dan colokan seperti produk Apple lainnya. Produk ini pun juga tidak memerlukan garansi servis dari Apple Care.

(Ism)
Advertisement
Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri
