Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kecepatan Mobil Tak Lebih Dari 20 Km Per Jam Di Daerah Ini. (Foto: South China Morning Post)
Dream – Seorang perdagang sekaligus penjelajah dunia, Marco Polo, pernah menggambarkan Jinan sebagai kota dengan perdagangan sutera dan rempah-rempah terbesar dalam sejarah. Itu, dulu. Sekarang, Jinan dikenal sebagai kota dengan kemacetan dan lalu lintas yang terburuk se-Tiongkok.
Dikutip dari laman South China Morning Post, Senin 4 Desember 2017, hal itu merupakan hasil survei terhadap 100 kota yang paling macet di Tiongkok yang dilakukan oleh AutoNavi. AutoNavi ini adalah perusahaan layanan navigasi milik Alibaba Group Holding.
Dalam laporannya itu, AutoNavi melakukan kalkulasi dan analisis terhadap data kecepatan dan lokasi yang dikumpulkan dari alat-alat navigasi yang terpasang pada kendaraan di China. Lalu lintas di ibu kota Provinsi Shandong itu diperparah oleh banyaknya jalan raya, jalan kecil, dan kereta bawah tanah yang sedang dalam proses pembangunan.
Menurut laporan AutoNavi, kecepatan mobil di jalanan Jinan hanya 20 kilometer per jam, sedikit lebih cepat dari kereta yang ditarik keledai. Kecepatan rata-rata hewan pemalas dan keras kepala itu saat berlari hanyalah 15 km/jam.
Kota paling macet nomor dua dalam daftar adalah kota Harbin, sementara Beijing adalah kota metropolitan paling macet ketiga, menurut temuan AutoNavi.
Ketiga kota ini juga memiliki nilai indeks kemacetan pada jam sibuk lebih dari 2,0. Artinya, kemacetan selama puncak jam sibuk memakan waktu perjalanan dua kali lebih lama daripada pada jam tidak sibuk. Jika kita sering menyebut jalanan yang macet parah dengan istilah "neraka", maka wilayah inilah yang paling layak menyandang gelar itu.
Sementara itu, Hong Kong yang terletak di sebelah selatan Provinsi Guangdong, berada pada urutan 51 dalam hal kemacetan, dengan kecepatan rata-rata pada jam sibuk 38 km/jam, dua kali lebih cepat daripada di Jinan.
Hong Kong bisa berada di posisi aman berkat infrastruktur transportasi yang maju dan proporsi jalan raya yang tinggi.
© Dream
Pertumbuhan ekonomi yang cepat dan lonjakan kepemilikan mobil telah menyebabkan kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di Tiongkok. Ada banyak kota kecil di sana yang macet karena jalan yang ada tidak dirancang untuk mendukung populasi kendaraan dalam jumlah yang besar.
Tiongkok telah melampaui Amerika Serikat sebagai pasar terbesar di dunia untuk penjualan mobil -yang pada tahun 2016 telah mencapai 24,3 juta unit. Kemacetan yang memburuk ini telah mendorong kota-kota seperti Beijing untuk menerapkan pembatasan pembelian dan penggunaan mobil pribadi.
Menurut temuan AutoNavi, kota-kota seperti Nanjing, Chonqing dan Shenyang serta Changchun sangat mungkin untuk mengalami kondisi lalu lintas yang memburuk di masa depan.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
