Di Kota Inilah Letak 'Jalan Neraka'

Reporter : Sugiono
Senin, 4 Desember 2017 08:28
Di Kota Inilah Letak 'Jalan Neraka'
Kecepatannya hanya 20 km per jam. Kira-kira di mana, ya?

Dream – Seorang perdagang sekaligus penjelajah dunia, Marco Polo, pernah menggambarkan Jinan sebagai kota dengan perdagangan sutera dan rempah-rempah terbesar dalam sejarah. Itu, dulu. Sekarang, Jinan dikenal sebagai kota dengan kemacetan dan lalu lintas yang terburuk se-Tiongkok.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Senin 4 Desember 2017, hal itu merupakan hasil survei terhadap 100 kota yang paling macet di Tiongkok yang dilakukan oleh AutoNavi. AutoNavi ini adalah perusahaan layanan navigasi milik Alibaba Group Holding.

Dalam laporannya itu, AutoNavi melakukan kalkulasi dan analisis terhadap data kecepatan dan lokasi yang dikumpulkan dari alat-alat navigasi yang terpasang pada kendaraan di China. Lalu lintas di ibu kota Provinsi Shandong itu diperparah oleh banyaknya jalan raya, jalan kecil, dan kereta bawah tanah yang sedang dalam proses pembangunan.

Menurut laporan AutoNavi, kecepatan mobil di jalanan Jinan hanya 20 kilometer per jam, sedikit lebih cepat dari kereta yang ditarik keledai. Kecepatan rata-rata hewan pemalas dan keras kepala itu saat berlari hanyalah 15 km/jam.

Kota paling macet nomor dua dalam daftar adalah kota Harbin, sementara Beijing adalah kota metropolitan paling macet ketiga, menurut temuan AutoNavi.

Ketiga kota ini juga memiliki nilai indeks kemacetan pada jam sibuk lebih dari 2,0. Artinya, kemacetan selama puncak jam sibuk memakan waktu perjalanan dua kali lebih lama daripada pada jam tidak sibuk. Jika kita sering menyebut jalanan yang macet parah dengan istilah " neraka" , maka wilayah inilah yang paling layak menyandang gelar itu.

Sementara itu, Hong Kong yang terletak di sebelah selatan Provinsi Guangdong, berada pada urutan 51 dalam hal kemacetan, dengan kecepatan rata-rata pada jam sibuk 38 km/jam, dua kali lebih cepat daripada di Jinan.

Hong Kong bisa berada di posisi aman berkat infrastruktur transportasi yang maju dan proporsi jalan raya yang tinggi.

1 dari 1 halaman

Ternyata, Ini Penyebabnya

Pertumbuhan ekonomi yang cepat dan lonjakan kepemilikan mobil telah menyebabkan kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di Tiongkok. Ada banyak kota kecil di sana yang macet karena jalan yang ada tidak dirancang untuk mendukung populasi kendaraan dalam jumlah yang besar.

Tiongkok telah melampaui Amerika Serikat sebagai pasar terbesar di dunia untuk penjualan mobil -yang pada tahun 2016 telah mencapai 24,3 juta unit. Kemacetan yang memburuk ini telah mendorong kota-kota seperti Beijing untuk menerapkan pembatasan pembelian dan penggunaan mobil pribadi.

Menurut temuan AutoNavi, kota-kota seperti Nanjing, Chonqing dan Shenyang serta Changchun sangat mungkin untuk mengalami kondisi lalu lintas yang memburuk di masa depan.

Beri Komentar