Virus Corona Mengganas, Pelemahan Indeks Syariah Terhempas

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 13 Februari 2020 16:54
Virus Corona Mengganas, Pelemahan Indeks Syariah Terhempas
Sektor mana yang paling terkoreksi?

Dream - Kabar penyebaran virus corona (COVID-10) yang semakin mengganas menumbangkan pasar modal dunia termasuk bursa saham syariah Indonesia. Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dibuka menguat langsung tumbang di sesi penutupan Kamis, 13 Februari 2020.

Data baru korban terkonfirmasi virus corona ini membuat investor terkejut setelah sehari sebelumnya para pemodal cukup yakin dengan spekulasi berkurangnya infeksi virus dari Wuhan.

Dilaporkan jumlah korban terkonfirmasi virus corona hari ini mencapai 15 ribu orang. Ini merupakan angka tertinggi sejak virus tersebut pertama kali dicatat situs arcgis.com. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini terjun bebas 2,079 poin (1,22%) ke level 168,132. ISSI sempat dibuka flat di 170,212 saat sesi pra-pembukaan perdagangan. Awal yang kurang meyakinkan tersebut akhirnya terjawab saat ISSI langsung terperosok ke teritori merah saat sentimen pelemahan bursa dunia berdatangan. 

ISSI yang hanya menguat ke level tertinggi di 170,432, akhirnya menghabiskan sisa perdagangan dengan tiarap di teritori merah. ISSI sempat terpental ke level terendah 167,650.

Tekanan lebih besar melanda saham-saham unggulan syariah. Dengan kecemasan pelaku pasar akan virus coronan, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terjun 10,376 poin (1,65%) ke level 617,417. 

Koreksi signifikan juga dialami Indeks JII70 yang terpangkas 3,295 poin (1,58%) ke level 206,960.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 41,127 poin (0,70%) ke level 5.871,954.

1 dari 5 halaman

Sektor Pertanian dan Industri Dasar Tiarap

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya menguat Rp1000, EMTK Rp600, INPS Rp120, CASS Rp113, dan FASW Rp100.

Sebaliknya, harga saham INTP melemah Rp650, AALI Rp550, MAPA Rp300, INPP Rp270, dan CMNP Rp250.

Investor melepas sahamnya, terutama di sektor pertanian, industri dasar, dan infrastruktur. Ini membuat indeks pertanian terkoreksi 2,73 persen, industri dasar 1,96 persen, dan infrastruktur 1,71 persen.

Lagi-lagi hanya indeks sektor keuangan menguat Rp0,06 persen.
 
Dari pasar uang, pada 16.27, kurs dolar AS menguat 8 poin (0,06%) ke level Rp13.682 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Minim Sentimen, Indeks Syariah Kompak Tiarap

Dream - Indeks syariah terjerembab pada Rabu 12 Februari 2020. Tak ada sentimen positif membuat indeks syariah tak bergairah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 2,0441 poin (1,18%) ke level 170,211. ISSI terus menukik setelah dibuka memerah di 172,004. Malah indeks ini terseret hingga 169,309.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), turun 9,570 poin (1,50%) ke level 627,793.

 

 © Dream



Indeks JII70 terkoreksi 2,864 poin (1,34%) ke level 210,255.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 41,316 poin (0,69%) ke level 5.913,081. 

 

3 dari 5 halaman

Investor Jual Saham

Investor lebih banyak menjual saham, terutama di sektor barang konsumsi, industri aneka, dan manufaktur. Ini membuat indeks sektor barang konsumsi terjungkal 2,44 persen, industri aneka 1,86 persen, dan manufaktur 1,76 persen.

Hanya indeks keuangan yang menguat 0,03 persen.

Harga emiten BIRD naik Rp120, INPP Rp110, TPIA Rp100, CITA Rp95, dan CMNP Rp90.

Sebaliknya, harga saham BRAM melemah Rp1.300, ICBP Rp725, INDF Rp675, GMTD Rp625, dan UNTR Rp325.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Pada 16.26, kurs dolar AS melemah 49 poin (0,36%) ke level Rp13.625 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Ekonomi Melambat Imbas Virus Corona, Indeks Syariah Naik Pelan

Dream - Bursa saham Indonesia menyambut dingin langkah rebound sejumlah pasar modal Asia setelah beberapa hari ini tertekan sentimen virus corona. Investor menahan diri melantai setelah muncul isu koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 sebesar 0,23 persen. 

Perlambatan ekonomi tersebut dipicu koreksi pada laju perekonomian China yang diperkirakan melambat 1 persen imbas wabah virus corona. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 11 Februari 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup stagnan dengan naik tipis 0,054 poin (0,03%) ke level 172,252. Setelah menguat di 172,556 poin, ISSI sempat terus menanjak ke level tertinggi 173,088.

Hingga sesi siang, laju ISSI masih bisa bertahan di zona hijau. Tekanan mulai muncul saat sesi kedua perdagangan ditandai laju ISSI yang mulai bergerak terbatas. ISSI bahkan sempat tergelincir ke 172,067.

 

 © Dream

 

Penguatan juga dialami indeks syariah paling bungsi, JII70 yang naik tipis 0,054 poin (0,02%) ke level 213,119.

Tekanan jual justru terjadi pada saham-saham unggulan syariah. Ditutup di level 637,363, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terpeleset 0,330 poin (0,05%). 

Sebaliknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih sanggup menanjak 2,314 poin (0,04%) ke level 5.954,397.

Sekadar informasi,perekonomian Indonesia diprediksi melambat sebesar 0,23 persen pada tahun ini. Prediksi perlambatan ekonomi ini menyusul dari penurunan ekoomi Tiongkok sebesar 1 persen dari dampak virus corona.

Dikutip dari Liputan6.com, prediksi Kementerian Perdagangan ini lebih rendah dari Bank Dunia yang memperkirakan penurunan ekonomi Indonesia sekitar 0,3 persen.

5 dari 5 halaman

Sektor Pertambangan Menguat

Indeks sektoral yang menguat kali ini adalah pertambangan sebesar 0,64 persen, properti 0,51 persen, dan pertanian 0,47 persen.

Sebaliknya, indeks industri dasar terkoreksi 1,20 persen, manufaktur 0,31 persen, barang konsumsi 0,24 persen, dan perdagangan 0,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BTPS yang harga sahamnya menanjak Rp340, TGKA Rp225, PRDA Rp200, POLL Rp175, dan CMNP Rp160.

Harga saham GMTD melemah Rp875, SINI Rp355, EMTK Rp250, UNTR Rp250, dan INTP Rp225.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali menguat. Pada 16.37, mata uang dolar AS melemah 57 poin (0,42%) ke level Rp13.654 per dolar AS.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'