Diberi Tugas Mewawacarai Calon Pekerja? Ini Tipsnya

Reporter : Ramdania
Minggu, 13 Desember 2015 15:04
Diberi Tugas Mewawacarai Calon Pekerja? Ini Tipsnya
Jangan sampai Anda melakukan kesalahan perekrutan.

Dream - Saat ini mungkin Anda baru diterima sebagai manajer baru di sebuah perusahaan. Anda kemudian diberi tugas untuk merekrut karyawan baru dengan melakukan wawancara.

Meskipun sudah mengamankan posisi, cara Anda menangani wawancara dan seluruh proses perekrutan sebagai manajer baru menjadi tolak ukur bagi manajer lain, untuk melakukan penilaian terhadap Anda.

Pengalaman perekrutan ini menjadi kesempatan besar Anda untuk memperkuat posisi sebagai calon pemimpin jika ditangani dengan tepat.

Jika tidak, Anda tidak hanya akan mempertaruhkan prospek Anda dalam perusahaan, tetapi pekerjaan itu sendiri.

Singkatnya, perbedaan besar antara Anda dan para manajer veteran lainnya di perusahaan adalah, semua mata akan tertuju pada diri dan visi Anda untuk membangun sebuah tim yang sukses.

Seperti dikutip dari Gulf News, untuk memastikan Anda bisa mengubah perekrutan menjadi kesempatan untuk mendukung karier Anda, fokus pada poin-poin berikut: 

1. Bicara Atas Nama Perusahaan

Klik halaman berikutnya..... 

 

1 dari 4 halaman

Berbicara Atas Nama Perusahaan

Dream - Ketika melakukan wawancara, Anda hanya boleh berbicara dan bekerja atas nama perusahaan. Pastikan untuk tidak membuat kesalahan.

Karena Anda masih belum benar-benar memahami ruang lingkup perusahaan atau persyaratan pekerjaan dalam perusahaan secara penuh.

Untuk menghindari situasi ini, banyak-banyak bertanya pada orang lain, terutama dari bagian Human Resources (HR). Anda juga harus tanggap situasi dengan mempersiapkan secara ekstensif wawancara.

Termasuk mempelajari gambaran lengkap dari syarat-syarat dan lingkup tanggung jawab pekerjaan, termasuk kebutuhan perusahaan. Selain itu, ketahui dengan pasti batas kemampuan dan lingkup wawancara Anda. 

2 dari 4 halaman

Selalu Menjaga Sikap

Dream - Dalam suasana santai atau pertemuan informal, seorang manajer biasanya terlihat kurang profesional saat berbicara tentang calon karyawan.

Mereka mungkin membuat komentar off-the-record atau tidak formal. Itu adalah sifat manusiawi, meskipun tidak dapat diterima.

Tetapi jika Anda adalah manajer baru di sebuah perusahaan dan tidak yakin tentang lingkungan perusahaan, Anda perlu menjaga komentar Anda. Jangan ikut-ikutan manajer lain yang sudah lama bekerja di perusahaan itu.

Anda juga harus menjaga email Anda tetap terlihat profesional, bersih dan benar-benar bebas dari komentar yang bisa dianggap sebagai diskriminatif atau menghina.

3 dari 4 halaman

Selalu Fokus pada Poin Wawancara

Dream - Pendekatan terbaik adalah untuk meninjau pertanyaan Anda menjelang wawancara dengan anggota manajemen lainnya. Tetapi Anda tidak harus melakukannya untuk setiap wawancara.

Calon karyawan mungkin mengajukan pertanyaan atau komentar yang tak terduga.

Sebagai contoh, saat ini Anda dalam tahap wawancara tahap pertama dan Anda harus menjawab pertanyaan tentang keuangan perusahaan, pertanyaan tentang perencanaan bisnis masa depan atau pertanyaan latar belakang pribadi.

Semua pertanyaan bisa menjadi isu sensitif atau. Lebih buruk lagi, dapat menimbulkan stres bagi Anda untuk menjawab saat itu juga.

Jika Anda merasa tidak nyaman selama wawancara, jangan mencoba untuk berimprovisasi. Mintalah seseorang untuk menjawab pertanyaan atau memberikan jawaban singkat dan mengubah topik.

Intinya adalah: jangan biarkan komentar atau pertanyaan calon karyawan yang dianggap tidak pantas menggagalkan usaha Anda untuk menjaga wawancara tersebut tetap pada jalurnya. 

4 dari 4 halaman

Seleksi yang Tepat

Dream - Saat datang waktunya untuk membuat keputusan wawancara, jangan terobsesi dengan satu titik saja. Sebagai contoh, jika calon kurang pengalaman pada bidang tertentu, catat masalah ini dan lanjutkan wawancara.

Jangan mengubahnya menjadi argumen untuk menolak atau menerima dia.

Secara khusus, jika calon mungkin tampak sebagai orang yang akan mengambil posisi Anda di masa depan, sangat berhati-hatilah dalam menangani situasi wawancara.

Jika karier Anda terancam atau merasa tidak aman, Anda tidak boleh berlama-lama dalam proses pengambilan keputusan.

Strategi terbaiknya adalah menjelaskan pengalaman seseorang sangat relevan dengan perekrutan pekerjaan. Tekankan pentingnya keterampilan tambahan untuk membantu membangun sebuah tim, meskipun keterampilan tambahan itu bukan kebutuhan mendesak dari perusahaan.

Beri Komentar