Program Promo dan Diskon Ojol dan Taksi Online Akan Dilarang?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 12 Juni 2019 07:48
Program Promo dan Diskon Ojol dan Taksi Online Akan Dilarang?
Larangan ini akan tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan.

Dream – Kementerian Perhubungan mengisyaratkan akan melarang program promo bagi perusahaan transportasi berbasih aplikasi, seperti Gojek dan Grab. Jika larangan promo ini berlaku, masyarakat kemungkinan tak bisa lagi mencicipi beragam macam diskon yang ditawarkan perusahaan.

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu, 12 Juni 2019, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan operator memang sudah tidak memberikan diskon tarif secara langsung. Tapi, diskon diberikan oleh mitra operator yang menyediakan jasa pembayaran elektronik.

" Diskon langsung maupun tidak langsung. Diskon langsung relatif tidak Ada, diskon yang ada ini relatif tidak langsung, yang diberikan oleh partner-patnernya," kata dia di Jakarta.

Melihat masih adanya program promo tersebut, Budi berencana membuat larangan pemberian diskon tarif untuk transportasi online baik ojek online dan taksi online. Hal ini untuk menjaga persaingan usaha yang sehat antara operator. 

" Oleh karenanya kita merancang satu Peraturan Menteri atau surat edaran yang melarang diskon," kata dia.

Dijelaskan Budi, tarif transportasi online harus mempertimbangkan kesetaraan dan keseimbangan, sehingga untuk menjalankan prinsip tersebut dia menginginkan tidak ada diskon tarif transportasi online, baik secara langsung atau tidak langsung.

" Diskon itu saya sampaikan bahwa yang namanya tarif online itu harus equilibrium harus quality, jadi dengan equal ini kita minta tidak ada diskon," kata dia.

1 dari 1 halaman

Reaksi Driver Ojek Online

Wacana ini membuat pengendara ojek online dan penyedia jasa transportasi online angkat bicara. Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia berharap agar Kemenhub bijaksana mengenai perkara promo.

Promo disebut masih perlu untuk menjaring konsumen Para driver berharap agar program promo hanya dibatasi ketimbang dilarang.

" Bagi kami bagusnya diatur saja, bukan dihilangkan sama sekali Namun, ambang batas promo atau diskon itu diatur dalam aturan di Kemenhub," ujar ketua Garda, Igun Wicaksono, kepada Liputan6.com.

Igun mengatakan peraturan itu diperlukan untuk mencegah predatory pricing alias menjual dengan harga murah untuk menyingkirkan pesaing usaha. Dia mengusulkan ambang batas maksimal promo ditetapkan.

Sementara itu, manajemen Gojek mengaku belum mengetahui secara lengkap keputusan tersebut. Mereka berharap kebijakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga turut mempertimbangkan dari sisi konsumen dan mitra driver.

" Harapan kami segala peraturan bisa dilihat secara holistik dari sisi konsumen, mitra driver, dan keberlangsungan industri," ujar Vice President Corporate Communication Gojek Michael, Reza Saysaat dihubungi Liputan6.com.


(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)

 

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie