Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Surat utang syariah (sukuk) Indonesia masih belum kehilangan pesonanya. Dalam lelang terakhir yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), peminat sukuk kembali melampaui target.
Kemenkeu melaporkan telah menjual Rp 2,93 triliun surat utang. Padahal pemerintah hanya memasang target senilai Rp 2,5 triliun.
Mengutip laman Kemenkeu, Rabu, 29 Juli 2015, pemerintah melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara dalam lima seri. Sukuk tersebut adalah SBSN seri SPN-S 15012016 (reopening), PBS006 (reopening), PBS007 (reopening), PBS008 (reopening), dan PBS009 (new issuance).
Dilelang melalui sistem pelelangan Bank Indonesia, pada Selasa, tanggal 28 Juli 2015, total penawaran yang masuk mencapai Rp 6,727 triliun.
Dibandingkan penawaran sebelumnya, peminat SBSN kali ini meningkat hamir dua kali lipat. Kala itu, lelang SBSN hanya mampu menarik penawaran bernilai Rp 3,87 triliun.
Sukuk seri terbaru PBS009 menjadi idola investor dengan menerima penawaran hingga Rp 2,235 triliun.
Sesuai ketentuan yang ada, Kemenkeu memutuskan lelang SBSN yang dimenangkan sebesar Rp 2,93 triliun dengan posi tertinggi untuk seri PBS009 senilai Rp 930 miliar.
Pemerintah memutuskan tak ada pemenang untuk sukuk berbasis proyek berjangka waktu 25 tahun, PBS007.
Tanggal jatuh tempo kelima Sukuk tersebut bervariasi antara 15 Januari 2016 hingga terlama 25 Januari 2018.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya