Ditolak 100 Pabrik, Kini Sukses Jadi Miliarder Sepatu Lipat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 7 Januari 2017 10:02
Ditolak 100 Pabrik, Kini Sukses Jadi Miliarder Sepatu Lipat
Lewat sepatu lipat, dia mampu membukukan pendapatan bisnis lebih dari Rp15 miliar per tahun.

Dream – Inilah contoh wanita bermental baja. Dia bernama Janan Leo dan seorang pembuat bisnis unik, yaitu sepatu wanita. Tak seperti sepatu lainnya, flat shoes buatannya bisa dilipat.

Kini bisnis sepatu yang dirintisnya sudah bisa mencetak pendapatan hingga 1 juta poundsterling atau Rp16,54 miliar per tahun. Padahal, saat mulai merintis, Kanan sempat ditolak hingga 100 pabrik. Mereka tak mau membantu produksi sepatunya.

Dilansir dari Daily Mail, Sabtu 7 Januari 2017, kisah ini bermula dari Janan yang melihat wanita yang tidak mau berkompromi soal penampilan. Pada tahun 2007, ide bisnis ini tercetus ketika dia menjadi seorang penglaju. Sebagai seorang penglaju, tentu tidak nyaman untuk mengenakan high heels sepanjang perjalanan ke kantor.

“ Saya tidak mempermasalahkan padatnya jam sibuk. Tapi, jam sibuk menjadi tidak nyaman dengan sepatu berhak tinggi. Ini yang membuat saya untuk membuat solusinya,” kata dia di London, Inggris. Janan pun merintis bisnis usaha sepatu wanita yang solnya bisa dilipat sehingga bisa dimasukkan ke dalam tas dan memudahkan untuk menggantinya dengan high heels di kantor. Sepatunya ini diberi nama “ Cocorose” dan dibuat pada 2007.

 

1 dari 2 halaman

Ditolak 100 Pabrik

Namun, pegawai Virgin Trains ini menyebut usahanya ini tidak mudah. Dia sempat ditolak 100 perusahaan terkait konsep bisnis yang ditawarkan. Setelah ditolak 100 pabrik sepatu, akhirnya ada yang bersedia memproduksi sepatu yang bisa ditekuk itu.

“ Saya menawarkan kepada perusahaan sepatu di seluruh dunia untuk menerima konsep sepatu saya. Ketika mereka menolak, (saya berprinsip), ada keinginan, tentu ada jalan,” kata dia.

Wanita yang kini masih bekerja sebagai manajer pengembangan produk baru di Virgin Trains, akan mengembangkan bisnisnya menjadi lebih maju. “ Itu yang terpenting bagi saya. Saya membutuhkan dukungan bagi diri saya sendiri dan merawat Cocorose,” kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Dipakai Saudara Putri Inggris

Janan mengatakan perlu waktu 1 tahun untuk mematangkan bisnis dia. Pada tahun 2008, sepatu Cocorose pun dirilis. Lalu, dia membeli satu kios di Brick Lane, London Timur. Tujuannya adalah bisa berhubungan dengan konsumen potensial dan memperkenalkan brand yang dimilikinya. Lalu, pada tahun 2010, Janan resign dan menjadi seorang pebisnis seutuhnya.

Rekan bisnisnya, Gareth Austin-Jones, dan Cocorose, membawa bisnis sepatu lipat ini lebih tinggi. Sepatu Cocorose kini didistribusikan di 30 negara dan membukukan omzet sebesar 1 juta poundsterling atau Rp16,54 miliar.

Sepatunya kini sudah dipakai oleh tokoh terkenal seperti Pippa Middleton. Kini, dia berencana ingin mengembangkan bisnisnya ke bisnis sepatu sneaker lipat, sandal, dan boots.

“ Menjadi suatu kehormatan didapuk sebagai pembuat sepatu lipat, sebuah kategori baru di pasar alas kaki global,” kata Janan.

Beri Komentar