Founder Cohesity, Mohit Aron (dua Dari Arah Kiri), Mengajak Seluruh Karyawan Dan Keluarganya Ke Maui, Hawai. (Foto: Business Insider)
Dream – Setiap orang punya cara yang berbeda untuk bersyukur, tak terkecuali para bos perusahaan. Salah satunya adalah pendiri perusahaan startup, Cohesity, Mohit Aron.
Aron mengajak 110 orang karyawan dan keluarganya berlibur ke tempat hiburan paling didambakan traveler, Maui, Hawai, Amerika Serikat.
Dilansir dari Business Insider, Rabu 14 Desember 2016, Aron membagi rekreasi ini menjadi dua gelombang. Pertama, 50 karyawan di divisi engineering dan keluarganya berangkat ke Hawai pada 13 Desember 2016. Menyusul 60 karyawan di divisi pemasaran dan penjualan pada Februari 2017.
Sekadar informasi, Cohesity ini adalah startup yang bergerak di bagian hyperconverged secondary storage yaitu sistem infrastruktur yang menghubungkan komputer, penyimpanan (cloud), dan jaringan. Cohesity ini menyimpan data perusahaan yang dirasa kurang penting, seperti file share data dan data untuk analisis.
Perusahaan tersebut didirikan pada 2013 dan telah menjual berbagai produk dalam setahun. Pendapatannya dari kuartal I ke kuartal II tahun ini naik 100 persen, sedangkan pada kuartal III, pendapatannya meroket 150 persen.
Cohesity juga berhasil menghimpun dana investasi hingga US$70 juta (Rp931,53 miliar) selama dua periode. Aron sendiri memiliki saham sebesar 8 persen di perusahaan tersebut.
“ Itulah mengapa kami membawa (karyawan kami beserta keluarganya) ke Maui,” kata perusahaan kepada Business Insider.(Sah)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak