Dua Tren Ekonomi Ini Jadi Peluang Besar bagi Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 22 Januari 2021 16:13
Dua Tren Ekonomi Ini Jadi Peluang Besar bagi Indonesia
Terlebih, tahun ini adalah momentum untuk bangkit dari pandemi COVID-19.

Dream – Ekonomi hijau dan ekonomi digital merupakan dua tren ekonomi yang tengah berkembang secara global, utamanya di negara-negara maju. Indonesia harus mengikuti dua hal itu dalam jangka panjang agar dapat menyelaraskan perekonomian dengan perkembangan global.

“ Dalam jangka panjang, saya melihat kita memiliki kekuatan di green product dan green economy yang saya kira sekarang ini semua negara kawasan mulai melihat itu,” kata Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi pembicara kunci dalam Kompas100 CEO Forum Tahun 2021, dikutip dari setkab.go.id, Jumat 22 Januari 2021.

Tingginya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup menjadikan produk ekonomi hijau terus berkembang. Pada tahap berikutnya, hal itu diyakini akan turut mempengaruhi ekonomi dan bisnis global. Tentunya ini akan berdampak kepada perekonomian Indonesia.

“ Kita memiliki kesempatan yang besar masuk ke produk hijau dan ekonomi hijau ini baik dari sisi produksi, distribusi, dan konsumsi,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Digitalisasi

Selain ekonomi hijau, Jokowi juga melihat bahwa di masa saat ini, semua sektor mau tidak mau harus masuk kepada tahapan digitalisasi. Di tengah melesatnya perekonomian digital dewasa ini, Mantan wali kota Solo itu menyebut bahwa industri dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“ Pemerintah, pendidikan, hingga sektor kesehatan semuanya harus masuk pada digitalisasi sehingga makin efisien, kompetitif, dan kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,” kata dia.

Terkait hal tersebut, Jokowi meminta seluruh pihak untuk dapat menjawab tantangan sekaligus peluang yang ada tersebut. Menurutnya, tahun 2021 ini dapat dijadikan momentum bagi semuanya untuk bangkit dan melewati masa krisis hingga menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang semakin tangguh dan maju.

“ Tahun 2021 adalah momentum kita untuk bangkit. Jika kita mampu melewati masa krisis ini dengan baik, kita akan lebih siap menjawab tantangan-tantangan ke depan dan bertransformasi negara kita menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru, semakin tangguh, dan menjadi negara maju,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Dua Industri yang Jadi Ambisi Baru Presiden Jokowi

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Indonesia berpotensi besar jadi pemain utama di pasar mobil listrik dunia. Salah satu faktor pendukungnya adalah Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang diperlukan untuk memproduksi baterai mobil listrik.

Saat ini Indonesia tercatat memiliki modal berupa cadangan nikel terbesar di dunia.

Tak hanya pada industri otomotif nasional, Jokowi berkomitmen untuk mendorong industri baru ini agar memberikan manfaat dari hulu ke hilir sehingga bisa memberi pendapatan dan pemasukan kepada negara.

“ Teknologi kita punya kesempatan besar dalam bangun industri dari hulu ke hilir dari mobil listrik lewat lithium baterai yang nikelnya kita miliki. Ini yang harus didorong agar bisa segera dilaksanakan dan beri kontribusi besar bagi negara,” kata dia, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 21 Januari 2021.

 

© Dream

 

Dalam jangka panjang, Jokowi melihat Indonesia juga memiliki potensi pada produk dan ekonomi ramah lingkungan (green product, green economy). Menurut dia, semua negara kawasan kini telah menaruh perhatian pada sektor tersebut.

“ Dan kita sekali lagi punya kesempatan besar masuk ke produk hijau dan ekonomi hijau. Karena ke depan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan lingkungan hidup. Ini akan berpengaruh semua pada ekonomi, bisnis global, dan tentu saja akan berpengaruh pada ekonomi kita,” kata dia.

Dengan tren yang berkembang saat ini, pelaku usaha Indonesia juga mau tak mau harus masuk pada digital ekonomi. Jokowi menyatakan, digitalisasi wajib dikuasai agar Indonesia tetap bisa bersaing dengan negara lain.

“ Semua industri pasti harus masuk ke sini. Pemerintah, pendidikan, kesehatan, semuanya harus masuk pada digitalisasi. Sehingga semakin efisien, semakin kompetitif, dan kita bisa bersaing dengan negara lain,” ujar Jokowi.

3 dari 3 halaman

Target 125 Ribu Mobil Listrik Mengaspal Tahun Ini

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksi sebanyak 125 ribu unit mobil listrik dan 1,34 juta unit motor listrik bisa mengaspal pada tahun 2021 ini.

Dengan jumlah tersebut diharapkan ada potensi pengurangan konsumsi BBM sebanyak 0,44 juta kiloliter per tahun.

Untuk mendukung percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), pemerintah pun telah menerbitkan Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk KBLBB.

“ Untuk mendorong percepatan KBLBB, telah diterbitkan Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk KBLBB yang mengatur standar, keselamatan serta ketentuan ketenagalistrikan, termasuk tarif dan insentif,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com yang melansir Antara.

Arifin menjelaskan pada 2021 pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) diproyeksikan mencapai 572 unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) sebanyak 3.000 unit.

“ Pada 2020 terbangun 180 unit SPKLU dan diharapkan sampai 2030 akan terbangun 31.859 unit SPBKLU,” kata dia.

Nantinya SPKLU akan ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, di antaranya pusat perbelanjaan, mall, area perkantoran, bandara, apartemen, pool taksi, dan SPBU.

“ Dengan peningkatan kendaraan listrik pada tahun 2030 akan memberikan potensi pengurangan konsumsi BBM sebesar 6 juta kiloliter per tahun,” kata Arifin.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

Beri Komentar