Diremehkan Teman Jualan Kaki Lima, Penjual Gemblong Bakar Bawa Pulang Rp4 Juta Cuma dari Kerja 5 Jam

Reporter : Alfi Salima Puteri
Jumat, 13 Mei 2022 10:35
Diremehkan Teman Jualan Kaki Lima, Penjual Gemblong Bakar Bawa Pulang Rp4 Juta Cuma dari Kerja 5 Jam
Setiap harinya meski hanya berjualan selama lima jam, Kiki mampu mendapatkan omzet mulai dari Rp2 juta sampai Rp4 juta.

Dream - Menjalani kehidupan di dunia tentu saja harus menghadapi banyak lika-liku. Untuk mencapai kesuksesan setiap orang pun pasti pernah mengalami jatuh bangun dulu sebelumnya.

Seperti pengalaman hidup yang dialami oleh seorang pria yang dulunya terjerumus dalam dunia hitam. Pengalaman pahit menjadi pengguna narkoba pernah dialami pemuda bernama Kiki ini.

Melalui video di kanal Youtube Kawan dapur, Kiki membagikan kisah perjuangannya membangun bisnis warung kaki lima di perantauan, tepatnya di Semarang, Jawa Tengah.

Sering diremehkan karena pernah berkubang di dunia Narkoba, Kini berhasil membuktikan bahwa usahanya gemblong dan roti bakar bisa meraup sukses. Jangan jeran jika setiap harinya Kiki bisa meraup omzet antara Rp2 juta-Rp4 juta sehari hanya dari berjualan selama lima jam.

1 dari 3 halaman

Pernah Susah Bayar Kontrakan

Kesuksesan yang diraih Kiki tentu tak datan begitu saja. Jauh sebelum memutuskan berwirausaha ia sempat mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, ia dan istrinya sampai tidak mampu membayar uang sewa kontrakan.

Penghasilan yang tak menentu sering juga membuat Kiki merasa diremehkan dan direndahkan oleh banyak orang, termasuk keluarga sendiri. Hal ini dirasakan Kiki karena dia selalu sulit meminjam uang karena banyak orang tak percaya padanya.

Pernah suatu ketika Kiki yang hendak meminta uang kepada saudaranya diminta untuk menjaminkan BPKB sepeda motornya. Dokumen kepemilikan motor itu akan dijadikan jaminan jika sampai utangnya tak dilunasi sesuai tenggat waktu. 

" 'Waduh kok gitu amat, padahal saudara sendiri`. Tapi saya bilang sih, `enggak usah om, nanti saya cari sendiri," kenang Kiki.

2 dari 3 halaman

Sempat Gengsi Jualan Kaki Lima

Sebelum membuka usaha gemblong bakar, Kiki dan istrinya sempat menjajal berjualan jagung rebus di pasar malam di Jakarta. Mengaku gengsi pada awalnya, Kiki baru menyadari jika penghasilan yang diperoleh dari berjualan jajanan itu cukup lumayan. 

" Ternyata pas coba jualan, kok enak ya uangnya jalannya gitu. Ternyata setelah dijalanin kok prospeknya bagus gitu," ungkapnya. 

Dari hasil berjualan di pasar malam itu Kiki bisa membayar kontrakan, memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Belajar dari pengalaman tersebut, Kiki dan sang istri bertekad menghilangkan gengsi dan mencoba merantau. Kiki mulai mengadu nasib dengan membuka warung kaki lima.

" Jadi sekarang sudah enggak gengsi gengsi," kata Kiki.

 

3 dari 3 halaman

Buka 5 Jam Bawa Pulang Rp4 Juta

Saat ini, Kiki dan istrinya pun sudah fokus menjalankan warung kaki lima mereka untuk berjualan gemblong serta roti bakar.

Setiap malam, warung yang berada di kawasan Jalan Mataram Kota Semarang, Jawa Tengah itu selalu ramai dikunjungi pembeli.

Harga gemblong bakarnya Kiki dan istri terbilang terjangkau. Pembeli bisa menikmati jajanan buatan Kiki mulai dari Rp8 ribu hingga Rp12 ribu untuk berbagai macam varian rasa.

Bahkan, Kiki menyebut jika dari mulai buka pukul 7 malam dan tutup sekitar pukul 12 malam ia berhasil mengumpulkan omzet paling banyak mencapai Rp4 juta.

(Sah, Sumber: Youtube/Kawan Dapur)

Beri Komentar