Ekonomi RI Tumbuh Makin Melambat, Maluku dan Papua Catat Minus

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 5 November 2019 14:40
Ekonomi RI Tumbuh Makin Melambat, Maluku dan Papua Catat Minus
Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 mencatat angka 5,09 persen

Dream – Perekonomian Indonesia melambat pada kuartal-III 2019. Ekonomi di Nusantara hanya mencatat pertumbuhan 5,0 persen atau lebih rendah dibandingkan kuartal II-2019 sebesar 5,7 persen dan kuartal II 5,5 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan pertumbuhan ekonomi saat ini masih didukung oleh industri pengolahan sebesar 19,62 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan 13,45 persen, pedagang besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 13,02 persen dan kontruksi sebesar 10,60 persen.

Pulau Jawa masih menodminasi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III-2019 dengan porsi mencapai 59,15 persen. Disusul Sumatera 21,14 persen, Kalimantan 6,43 persen, Sulawesi 6,43 persen serta Maluku dan Papua sebesar 2,27 persen.

" Maluku dan Papua ini pertumbuhannya minus 7,43 persen," kata dia.

Penyebab minusnya pertumbuhan di Papua karena dalam tiga bulan terakhir terjadi kerusuhan, yang menyebabkan lumpuhnya perekonomian.

1 dari 6 halaman

Ekonomi Global Jadi Penyebab Ekonomi Melambat

Lebih lanjut, Suharyanto menjelaskan, pelambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lepas dari melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

" Beberapa mitra dagang Indonesia seperti Tiongkok tumbuh lambat 6,0 persen, Amerika Serikat 2,0 persen, Singapura 0,1 Persen," kata dia.

BPS berharap, pada triwulan IV, ekonomi Indonesia bisa tumbuh karena ada libur sekolah, natal dan akhir tahun.

2 dari 6 halaman

Sentimen Domestik Bikin Indeks Syariah KO

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 4 November 2019. Seneimtn negatif dari dalam negeri memaksa investor menjauh dari lantai bursa.

Setelah rilis inflasi Oktober 2019 di bawah ekspektasi, investor memantau rilis kinerja emiten untuk kinerja kuartal III yang tak memuaskan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali pekan ini dengan melemah 0,608 poin (0,32%) ke level 188,116 di sesi pra-pembukaan. ISSI kembali menanjak ke level 189,177 saat bel perdagangan berbunyi.

Sayang laju menanjak ISSI hanya bertahan 15 menit jelang sesi penutupan pagi. ISSI menutup sesi pertama di zona merah di level 188,680. 

 

 © Dream

 

Aksi jual investor memaksa ISSI menghabiskan sesi perdagangan kedua di zona negatif. ISSI yang menyentuh level tertinggi di 189,725, terjun ke teritoriti merah hingga perdagangan ditutup.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terpangkas 4,053 poin (0,59%) ke level 681,192. Sementara indeks JII70 tergelincir 0,956 poin (0,41%) ke level 231,261.

Adanya sentimen negatif dari dalam negeri memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini melemah 26,847 poin (0,43%) ke level 6.180,344.

3 dari 6 halaman

Rupiah Malah Perkasa

Investor menahan diri untuk melantai di surga. Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor properti, barang konsumsi, dan industri aneka. Indeks sektor properti melemah 1,81 persen, barang konsumsi 1,47 persen, dan industri aneka 1,16 persen.

Sebaliknya, indeks pertanian menanjak 1,77 persen, infrastruktur 1,25 persen, industri dasar 0,01 persen, dan perdagangan 0,01 persen,

Emiten syariah yang bertengger di top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya melesat Rp875, AALI Rp375, TGKA Rp250, HEXA Rp150, dan BTPS Rp110.

Saham-saham top loser kali ini adalah SONA yang harganya merosot Rp1.000, INTP Rp800, BYAN Rp750, UNVR Rp675, dan ICBP Rp275.

Pada 16.26, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam terjungkal 44 poin (0,31%) ke level Rp13.994 per dolar AS.

4 dari 6 halaman

RI Bangun Distrik Ekonomi Kreatif Bernilai Ratusan Triliun

Dream – Pemerintah akan membangun distrik ekonomi kreatif tahun depan. Anggaran pembangunan distrik hingga kini masih dibahas bersama DPR.

“ Anggaran dari pemerintah 10 persen, besarannya belum tahu. Sisanya swasta, bisa ratusan triliun,” kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 28 September 2019.

Triawan menyebut pembangunan distrik tersebut membutuhkan lahan seluas 3 ribu hektare (ha). Pembangunannya ke depan akan dilakukan secara bertahap tergantung prioritas utama pengembangan ekonomi kreatif.

“ Bertahap, bertahap. Kita ingin konsentrasi satu subsektor dulu jadi subsektor lain. Jadi jangan kita mau semua tapi tidak jadi apa-apa. Tidak akan sampai 5.000 ha. BSD saja yang sudah bertahun-tahun ini baru 3 ribu,” kata dia.

 

 © Dream

 

Menurut Triawan, pembangunan distrik baru tersebut sudah masuk tahap perencanaan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Sementara lokasinya hingga kini masih dalam tahap pengkajian.

" Tahun depan Insya Allah, sekarang kita sedang bikin konsepnya dengan Bappenas. Lalu kita tentukan tempatnya di mana, lokasinya di mana, apa yang akan kita dahulukan dari subsektor tadi apa saja yang akan di bangun. Jadi memang ini perjalanan yang tidak bisa pendek,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Ma`ruf Amin dan Gagasan Macan Asia Ekonomi Baru

Dream - Ma'ruf Amin, wakil presiden terpilih 2019-2024 menuangkan pikirannya tentang ekonomi Indonesia lewat buku berjudul Indonesia: Asia's New Tiger Economy The Ma`ruf Amin Way. Dua penulis buku itu, Anwar Abbas dan Sahala Penggabean mengintegrasikan tiga kajian ekonomi, yaitu sistem ekonomi Pancasila, kondisi ekonomi kekinian, dan pemikiran ekonomi Ma'ruf Amin.

Pemikiran-pemikiran Ma’ruf Amin yang didemonstrasikan secara apik di buku ini memaknai ekonomi harus berdasarkan keadilan, keumatan atau kerakyatan, dan kedaulatan.

Ma'ruf mengatakan, pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil akan diprioritaskan dalam masa mendampingi kepemimpinan Joko Widodo pada periode kedua mendatang.

 

 © Dream

 

" Kan dulu yang diharapkan meningkatkan kemajuan ekonomi itu konglomerat. Diharapkan akan netes ke lingkungan sekitar," kata Ma`ruf, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 4 Okober 2019.

" Tenyata kenyataan membuktikan tidak netes-netes ke sektor masyarakat ekonomi lemah," ujar Ma'ruf.

Ma`ruf mengatakan, pemerintahan saat ini sudah mengangkat kelompok ekonomi bawah melalui pembangunan infrastruktur secara masif. " Keberpihakan terhadap kelompok ekonomi kecil akan jadi fokus utama. Itu sebagai antitesa ekonomi yang condong kapitalistik. Kekayaan tidak boleh hanya beredar pada orang kaya saja tapi harus terdistribusi kepada seluruh komponen rakyat," ucap dia.

6 dari 6 halaman

Gabungkan Koperasi dengan Teknologi

Penulis buku, Sahala Panggabean menyatakan, roda ekonomi Indonesia digerakkan harus melalui koperasi. Pakar koperasi itu mengatakan, proses koperasi bisa dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi terkini seperti " core banking system" (CBS) dan ATM .

" Dengan mengawinkan antara 'start up' dengan cooperative menjadi start up-cooperative, kita memiliki model baru yang bisa menjawab kebutuhan para milenial dan pelaku start up tanah air," ujar Sahala Panggabean.

Di sisi lain, menurut Panggabean, start up cooperative juga menjamin tata kelola yang lebih setara antara satu dengan beberapa pendiri lainnya. Pengambilan keputusan didorong melalui mekanisme musyawarah mufakat.

" Prinsip dasarnya sederhana yaitu one man, one vote pada koperasi, bedakan dengan perseroan yang one share, one vote. Itulah yang kami kagumi dari Bapak K. H. Ma’ruf Amin, karena beliau juga bertekad menjadikan Indonesia sebagai Ikon Pusat Ekonomi Syariah Dunia melalui Platform Digital tersebut," kata dia.

Pada saat yang sama, Panggabean menyoroti revitalisasi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) agar menjadi mitra pemerintah untuk berperan aktif dalam pemberdayaan maksimal koperasi. " Revitalisasi Dekopin akan membuat koperasi dapat bergerak lebih lincah dan lebih segar apabila Dekopin atau apapun namanya nanti kita sebut, dipimpin oleh para pelaku koperasi dari generasi milenial," tutup Sahala Panggabean.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak