Erick Thohir Pangkas 51 Anak Usaha BUMN

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 3 April 2020 16:36
Erick Thohir Pangkas 51 Anak Usaha BUMN
Salah satunya adalah Tauberes.

Dream – Menteri BUMN, Erick Thohir, memangkas puluhan anak usaha di tiga perusahaan pelat merah. Ketiga perusahaan BUMN itu adalah PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero), dan PT Telkom Indonesia Tbk (Persero).

Ada 25 anak usaha Pertamina yang siap dipangkas dan 20 dari Telkom. Sedangkan Garuda akan memangkas 6 perusahan “ cucu” miliknya.

" Rasionalisasi dan konsolidasi ini diharapkan dapat menghasilkan peningkatan efektivitas operasional dan tata kelola bisnis yang optimal guna memberikan nilai tambah bagi negara,” kata Erick di Jakarta, Jumat 3 April 2020.

Dia mengatakan, proses perampingan ini sudah melalui kajian panjang. Proses penyederhanaan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak akhir 2019 dan terus berjalan hingga saat ini.

“ Efisiensi ini bukan karena ada corona, melainkan sudah dari planning,” kata Erick.

Dalam prosesnya, Erick menekankan kepada perusahaan pelat merah untuk sebisa mungkin meminimalisir pengurangan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, masing-masing BUMN telah menyiapkan strategi dan skenario rasionalisasi dan konsolidasi terhadap karyawan, antara lain melalui optimalisasi dan alih tugas antar anak perusahaan maupun dengan perusahaan induk.

" Kami akan terus berkoordinasi dengan masing-masing BUMN guna memastikan bahwa proses ini dijalankan dengan berpedoman pada Undang-Undang Ketenagakerjaan serta peraturan lain yang berlaku," kata dia.

1 dari 4 halaman

Ini Rinciannya

Saat ini, Pertamina memiliki 25 perusahaan yang non aktif dan siap untuk dirasionalisasi. Dari 25 perusahaan tersebut, 4 perusahaan sudah berstatus Dalam Likuidasi (DL), 3 perusahaan diusulkan untuk likuidasi, dan 1 perusahaan diusulkan untuk divestasi. Dalam jangka pendek pada tahun 2020 akan ada rasionalisasi sejumlah 8 perusahaan. Proses rasionalisasi ini akan terus berlanjut setelah tahun 2020.

Di Telkom, ada 20 anak perusahaan yang siap dipangkas. Anak perusahaan ini memiliki kesamaan portofolio dan masih kurang optimal dalam memberikan nilai tambah untuk menuju digital economy. Pelaksanaannya akan dilakukan bertahap hingga 2021.

Di Garuda, ada enam cucu perusahaan yang operasionalnya belum optmimal dalam memberikan return dan nilai tambah bagi maskapai pelat merah. Salah satunya adalah Garuda Tauberes.

“ Hari ini kami akan merasionalisasi terhadap anak dan cucu perusahaan. Salah satunya Garuda Tauberes,” kata Direktur Utama Garuda, Irfan Setiaputra.

2 dari 4 halaman

Menteri Erick Thohir: `Kita Harus Siap Rugi`

Dream – Menteri BUMN, Erick Thohir, tak memungkiri kondisi perekonomian di tengah wabah corona saat ini akan memberatkan kinerja perusahaan pelat merah. Terlebih nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS yang semakin tertekan.

Erick mengatakan perusahaan pelat merah harus siap-siap jika kinerja keuangan mereka mencatatkan rugi untuk tahun ini.

“ Hari ini saya buat statement, harus siap rugi hari ini. Bukan rugi-rugian, tapi melihat kondisi dunia yang terus seperti ini,” kata dia dalam live streaming press conferecen di Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Erick memastikan kementeriannya telah melakukan stress test kepada BUMN-BUMN yang kemungkinan terdampak wabah virus corona.

Salah satu kemungkinan yang akan dihadapi adalah pencapaian dividen BUMN yang kemungkinan tak sesuai target. Namun Erick berharap target divideo yang diberikan BUMN tetap tak berubah dari target semula. 

“ Kami berharap dividen tetap. Tapi, bukan nggak mungkin nggak tetap. Tahun ini sangat berat. Ini keadaan yang dihadapi,” kata Erick.

Meski bakal menghadapi tantangan cukup berat, Erick optimistis akan ada jalan keluar dari efek yang ditimbulkan dengan munculnya wabah corona di Indonesia. 

“ Insya Allah ada jalan. Saya yakin Indonesia ini negara besar, pasti recover dalam beberapa bulan ke depan,” kata dia.(Sah)

3 dari 4 halaman

Bersihkan Stasiun Gambir, Erick Thohir Ajak Publik Bersatu Lawan Virus Corona

Dream - Menteri BUMN Erick Thohir mengajak masyarakat untuk bahu membahu menghadapi wabah virus corona baru, Covid-19, yang sudah muncul Indonesia. Imbauan itu disampaikan Erick saat meninjau Stasiun Gambir, Jakarta untuk melihat langkah antisipasi yang dibuat PT Kereta Api Indonesia.

Program ini merupakan sinergi antara Kementerian BUMN dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri. Hadir di Stasiun Gambir di antaranya Kepala BNPB, Doni Monardo, Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro, serta perwakilan TNI dan Polri.

" Kerja sama dan gotong royong adalah karakteristik bangsa Indonesia. Untuk menghadapi COVID-19 ini kita harus bersatu dan gotong royong," kata Erick di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.

Dia mengharapkan sinergi antar instansi ini dapat membangun rasa optimisme masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam mencegah dan memberantas penyebaran virus corona. Penyebaran virus ini dikhawatirkan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan ekonomi negara.

Stasiun Gambir yang berada disamping Monumen Nasional dipilih sebagai lokasi bersih-bersih karena di tempat ini arus hilir mudik masyarakat wilayah di Pulau Jawa banyak terjadi.

Erick mengharapkan program bersih-bersih ini bisa menyebarkan pesan agar upaya perlawanan terhadap virus corona bisa dilakukan berbagai lapisan masyarakat di berbagai kota.

" Kami memastikan pemerintah bersama-sama dengan berbagai komponen senantiasa menjaga keamanan masyarakat Indonesia dari wabah Covid-19. Dengan bersatu, kita pasti bisa melawan Covid-19," kata dia.(Sah)

4 dari 4 halaman

Proyek Kereta Cepat Dihentikan Sementara

Dream - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara proyek kereta cepat selama dua minggu. Penghentian proyek ini didukung dan dihormati oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. 

“ Kami, Kementerian BUMN menghormati dan mendukung langkah Kementerian PUPR untuk menghentikan sementara proyek kereta cepat selama dua minggu yang terhitung mulai hari ini,” kata Erick di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 2 Maret 2020. 

Dia telah meminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk mengevaluasi secara menyeluruh segala kekurangan manajerial proyek. Terutama, yang menyebabkan kerugian lingkungan dan sosial terhadap masyarakat. 

Dikatakan juga KCIC juga melaporkan mereka akan memperbaiki drainase dan manajemen lingkungan. 

“ Tentu segala perkembangan proyek akan kita sampaikan ke publik sebagai bentuk transparansi dan profesionalisme BUMN,” kata dia.

Beri Komentar