Fakta Menarik Seputar Ibu Kota Baru, Mulai dari Metaverse hingga Landasan Pesawat Super Cepat

Reporter : Alfi Salima Puteri
Senin, 17 Januari 2022 09:31
Fakta Menarik Seputar Ibu Kota Baru, Mulai dari Metaverse hingga Landasan Pesawat Super Cepat
Landasan pesawat super cepat ini kabarnya adalah permintaan langsung dari perusahaan yang didirikan Elon Musk yakni Space X.

Dream - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur akan dilaksanakan pada semester I/2024. Setelah itu, pemerintah menargetkan proses pemindahan IKN dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur bisa selesai secara keseluruhan pada 2045.

Meskipun demikian, pembangunan sejumlah fasilitas penunjang IKN baru di Kalimantan Timur sudah dimulai sejak dini. Hal ini bersamaan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN yang kini sedang dilakukan oleh DPR RI.

Dikutip dari Merdeka.com, Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU IKN DPR RI, Ahmad Doli Kurnia menargetkan RUU IKN akan disahkan dalam rapat paripurna tanggal 18 Januari 2022.

" Nanti Senin kita bahas lebih panjang, mudah-mudahan malam itu raker selesai, udah. InsyaAllah paripurna tanggal 18," ujar Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Januari 2022.

Di tengah persiapan ini, terungkap beberapa fakta unik dan menarik soal pembangunan ibu kota baru. Mulai dari metaverse hingga landasan roket. Berikut penjelasannya.

1 dari 4 halaman

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyebut bahwa pemerintah sedang mempersiapkan ibu kota negara baru dalam bentuk metaverse. Suharso mengakui, perkembangan teknologi tidak dapat dipisahkan dari masterplan pembangunan ibu kota baru. Sehingga berbagai kemungkinan bisa dimasukkan ke dalam perencanaan.

Menurutnya, fiber optic infrastructure tidak bisa berhenti di 4.0 atau 5.0, melainkan ke depan akan muncul revolusi industri 6.0, 7.0 dan seterusnya.

" Kita kemarin sudah luar biasa heboh dengan hologram dan sekarang sudah ada metaverse, dan kami juga sedang mempersiapkan ibu kota baru dalam bentuk metaverse, mudah-mudahan dalam 4 bulan ini di Bappenas Bisa tunjukkan kira-kira ibukota negara itu seperti apa," kata Suharso dalam rapat kerja dengan Pansus Rancangan Undang-undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) di Gedung DPR, Kamis pekan lalu.

Dengan demikian, bentuk ibu kota negara tidak lagi dalam bentuk maket maupun hologram. Melainkan dalam bentuk metaverse yang sifatnya reaktif, dan saat ini masih dalam pengerjaan.

Belajar dari pengalaman, Suharso tidak ingin masterplan ibu kota baru ini seperti masterplan ibu kota terdahulu yang membuat ibu kota menjadi tidak berbentuk. Sebab, terdapat detail-detail yang di luar masterplan.

" Jadi urban arsitektur juga menjadi penting di sini, kita ingin kota itu cantik indah dan jelas Judulnya. Bukan kota tanpa judul," kata Suharso

2 dari 4 halaman

Suharso juga mengatakan, ibu kota negara baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tidak akan dipimpin oleh seorang gubernur yang dipilih lewat pemilihan kepala daerah. Nantinya, wilayah tersebut juga tidak dilengkapi dengan DPRD seperti DKI Jakarta saat ini.

" Tidak punya DPR, tidak punya yang disebut gubernur dan kepala daerahnya tidak dipilih dengan pemilihan. Artinya, menjalankan otonomi seluas-luasnya tapi terbatas," kata Suharso.

Ia mengatakan, bentuk pemerintahan ibu kota negara baru nantinya disebut otorita. Otorita merupakan lembaga pemerintah setingkat kementerian yang akan dibentuk untuk melaksanakan persiapan, pembangunan, dan pemindahan ibu kota negara serta penyelenggaraan pemerintahan khusus ibu kota negara.

Terkait pendanaan kepentingan wilayah, nantinya akan dibahas langsung bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Artinya, seluruh pendanaan wilayah harus melalui pembahasan dengan DPR sama halnya seperti yang dilakukan oleh kementerian lembaga.

" Partnernya dalam menyusun anggaran adalah DPR, mengikuti siklus di APBN. Apabila butuh pendanaan itu artinya menjadi bagian pembahasan APBN. Tetapi hingga terbentuk, sementara ada dititipkan di Kementerian Lembaga," jelas Suharso.

3 dari 4 halaman

Selain itu, Suharso menyebut bahwa perusahaan Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) yang didirikan Elon Musk meminta pemerintah untuk membangun landasan pesawat berkecepatan tinggi layaknya roket di ibu kota baru.

" Sebagai contoh, mungkin ketua pansus sudah datang ke Space X di LA, di sana mereka minta Indonesia jadi salah satu titiknya, mereka (minta) itu di IKN (Ibu Kota Negara) baru jadi tempat peluncuran pesawat terbang dengan kecepatan luar biasa," ujarnya.

Menurut Suharso, permintaan tersebut akan berdampak positif bagi Indonesia. Sehingga Indonesia akan mendapatkan akses transportasi khusus menuju Amerika Serikat (AS) dengan durasi penerbangan yang singkat.

" Jadi dari Indonesia ke Amerika Serikat itu mungkin cuma satu jam setengah atau 2 jam, mudah-mudahan tidak mampir ke kutub utara,” ucapnya.

Hal itu dianggap sangat mungkin, dan dari situ akan muncul bandara yang membawa penerbangan cepat dari ibu kota baru ke Singapura, negara Asia lainnya, hingga Australia dan sebagainya.

" Mereka (SpaceX) melihat bahwa kekayaan khatulistiwa salah satunya adalah untuk peluncuran-peluncuran," katanya.

4 dari 4 halaman

Pada IKN yang baru, juga akan dibangun jembatan terpanjang kedua di Indonesia. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, proyek pembangunan jembatan penghubung Balikpapan dan Penajam Paser di Kalimantan Timur ini dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Tidak kurang pembiayaan dari pasar modal syariah ini mendanai proyek senilai Rp1,43 triliun.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu infrastruktur pendukung proyek pembangunan IKN baru di Penajam Paser. Jembatan ini akan menjadi salah satu yang terpanjang di Indonesia dengan memiliki 4 lajur.

Jembatan terpanjang kedua di Indonesia ini akan memiliki bentang utama sepanjang 804 meter dan lebar 22,4 meter.

Beri Komentar