Organisasi Pramuka AS Bangkrut, Kok Bisa?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 19 Februari 2020 07:36
Organisasi Pramuka AS Bangkrut, Kok Bisa?
Organisasi ini menghadapi kasus pelecehan seksual terhadap anak laki-laki selama mengikuti pramuka.

Dream - Organisasi kepanduan Amerika Serikat, The Boy Scouts, mengajukan perlindungan dari kebangkrutan di pengadilan kepailitan federal Amerika Serikat. Kabar ini mencuat saat The Boy Scouts menghadapi banyaknya klaim pelecehan yanng terjadi di organisasi tersebut.

Dikutip dari NBC News, Rabu 19 Februari 2020, juru bicara Boy Scouts of Amerika menjelaskan pengajuan kepailitan ini terpaksa dilakukan untuk dua tujuan utama. Pertama, memberikan kompensasi yang adil kepada anak laki-laki yang dilecehkan selama berada di organisasi kepramukaan. Kedua, menjalankan misi kepanduan selama bertahun-tahun.

Dengan pengajuan itu, Boy Scouts akan memberikan kompensasi yang adil untuk menciptakan kepercayaan.

“ Boy Scouts America sangat peduli terhadap semua korban pelecehan dan dengan tulus meminta maaf kepada siapa pun yang merasa dirugikan selama masa kepramukaan. Kami sangat marah saat ada individu yang memanfaatkan program kami untuk melukai anak-anak yang tidak bersalah,” kata Presiden dan CEO BSA, Roger Mosby.

Pendamping hukum para korban pelecehan, Michael Pfau, mengatakan korban pelecehan saat berada di organisasi pramuka mencapai hampir 300 orang. Para korban ini tersebar di 30 negara bagian.

Meski mengajukan kepailitan, pengelola kepanduan di Negeri Paman Sam ini menjamin program-program kepramukaan tidak akan terganggu.(sah)

1 dari 5 halaman

Miris! Milarder Cantik Berharta Rp68 Triliun Bangkrut dalam Sekejap

Dream - Benarlah kata pepatah: kehidupan ini bagai putaran roda pedati. Terkadang seseorang berada di atas. Menangguk kesuksesan. Tapi bisa jadi sekejap kemudian terlindas di bawah. Bangkrut.

Itu pula yang terjadi pada Elizabeth Holmes. Wanita 35 tahun ini sempat menjadi sensasi di dunia teknologi Amerika Serikat. Dikenal sebagai penemu muda yang membawa revolusi ke ranah uji darah.

Lewat mesin temuannya, Holmes mengklaim bisa uji laboratorium dengan setetes darah saja. Alat tes darah ang diberi nama Edison itu diproduksi oleh Theranos, sebuah startup yang dia dirikan pada tahun 2003.

 

 © Dream

 

Kala itu, usia Holmes masih sangat belia. Baru 19 tahun. Seperti idolanya, Steve Jobs, wanita pirang ini juga akhirnya memutuskan keluar dari kampusnya, Stanford, demi mengejar inovasi.

Pada tahun 2015, Holmes menjadi miliarder dengan kekayaan US$4,5 miliar, kini setara Rp68,8 triliun.

2 dari 5 halaman

Tak Kuat Bayar Pengacara

Namun pada tahun itu pula Wall Street Journal mengungkap sejumlah keganjilan pada Theranos, terutama karena hasil uji lab Theranos meragukan secara ilmiah, apalagi perusahaan itu tak transparan pada teknologi mereka.

Holmes memang sempat melawan tudingan negatif, tapi skandal Theranos ternyata semakin berkembang. FBI pun turun tangan dan berujung pada penutupan perusahaan pada tahun 2019.

Elizabeth Holmes pun menjadi tersangka penipuan. Kini, wanita itu bahkan tak bisa menyewa pengacara karena masalah uang.

Menurut CNBC, Kantor pengacara Cooley LLP akhirnya menghentikan jasa mereka ke Elizabeth. Mereka bahkan pasrah karena tak bisa dibayar.

" Mengingat situasi finansial Nona Holmes saat ini, Cooley (kuasa hukum) tidak memiliki ekspektasi bahwa Nona Holmes akan bisa membayar jasa-jasa kami," ujar pihak Cooley yang ternyata sudah setahun tak mendapat bayaran.

3 dari 5 halaman

Terancam 20 Tahun Penjara

Pekan lalu, Holmes dan Sunny Balwani (54) kembali menghadiri pengadilan San Jose, California. Sunny merupakan Presiden Theranos yang juga memadu kasih dengan Holmes selama menjabat di Theranos.

Mantan miliarder ini terjerat sembilan kasus tuduhan skema penipuan dan dua kasus konspirasi skema penipuan. Holmes dan Sunny terancam 20 tahun penjara.

Sumber: Liputan6.com

4 dari 5 halaman

Startup Rp8,5 Triliun Diambang Bangkrut Gara-gara Kotoran Manusia

Dream - Perusahaan bernilai triliunan bukan jaminan akan bertahan lama. Inilah yang dialami startup uBiome saat harus mengumumkan kebangkrutannya.

Di masa jayanya, uBiome yang memilih bisnis di sektor kesehatan pernah memiliki sempat memiliki valuasi hingga US$600 juta atau sekitar Rp8,5 triliun.

Kini perusahaan itu tinggal menunggu nasib gulug tikar. Mengutip Bussines Insider, uBiome dilaporkan kehabiskan dana untuk menjalankan bisnis mereka.

 

 © Dream

 

Masalah mulai muncul ketika publik mempertanyakan validasi ilmiah kinerja mereka. uBiome diketahui meneliri mikroba di kotoran manusia.

" Saya harus berbagi kabar buruk. Kita tidak bisa lagi melanjutkan operasi secara normal karena kita tak memiliki pendanaan," tulis uBiome dalam email kepada pegawainya.

 

5 dari 5 halaman

Upaya Penyelamatan Tak Berhasil

uBiome dilaporkan tak bisa memperpanjang masa pelunasan utang yang selama ini mendanai operasional bisnis mereka. Kini perusahaan telah mengangkat wali amanat (trustee) untuk proses likuidasi.

Kabar kebangkrutan uBiome sebetulnya sudah lama terdengar. Perusahaan telah mengajukan kebangkrutan ke otoritas di AS. Upaya mereka mencari pembeli untuk mengambil alih aset, menyelamatkan pekerjaan dan bisnis inti tak berhasil. Kini mereka sedang mengajukan penutupan perusahaan.

Startup ini menyebut bisa memberikan insight terbaru soal mikrobioma yang diperiksa melalui kotoran pasien. Tetapi, beredar isu bahwa ada masalah pada sains perusahaan itu. Pihak perusahaan pun melakukan investigasi internal.

Pada April lalu, startup ini digeledah FBI karena mengirim tagihan ke pelanggan untuk biaya hasil tes lab terbaru. Namun, tes itu dilakukan tanpa sepengetahuan si pelanggan. Tagihannya bisa mencapai USD 3.000 (Rp 42,5 juta).

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak