Gaya Sederhana Anak-anak Konglomerat, Ada yang Nyaman Pakai Sepatu Jebol

Reporter : Alfi Salima Puteri
Selasa, 12 April 2022 15:12
Gaya Sederhana Anak-anak Konglomerat, Ada yang Nyaman Pakai Sepatu Jebol
Meski merupakan anak konglomerat, namun gaya keseharian mereka justru jauh dari kesan mewah.

Dream - Meski bukan seorang selebritas, kehidupan anak para konglomerat Indonesia juga kerap mencuri perhatian publik. Seperti anak-anak dari dua konglomerat di Tanah Air ini.

Meski merupakan anak konglomerat, gaya keseharian mereka justru jauh dari kesan mewah. Sebaliknya, mereka kerap tampil dengan gaya sederhana bahkan ada yang tetap nyaman menggunakan sepatu yang sudah jebol.

Penasaran kan, siapa saja sih anak konglomerat Tanah Air yang lebih memilih gaya hidup sederhana dan tidak neko-neko? Berikut Dream telah merangkumnya dari berbagai sumber.

1 dari 5 halaman

1. Grace Tahir

Banyak orang pasti tak percaya jika hidup anak konglomerat bisa sederhana. Namun itu dibuktikan oleh Grace Tahir, putri pemiliki Grup Mayapada, Sri Dato Tahir.

Dalam perbincangan dengan Denny Sumargo beberapa waktu lalu, Direktur di rumah sakit Mayapada ini mengaku jika sejak dulu orangtuanya selalu mengajarkan kesederhanaan. Sehingga dia pun kini terbiasa dengan gaya hidup sederhana.

Seperti misalnya, dalam berpenampilan Grace lebih mengutamakan kenyamanan dibanding merek mahal dan mewah. Menariknya, saat dihitung total outfit Grace sangat di luar dugaan.

" Kaca mata berapa, mana gue ingat. Ini kayaknya satu atau dua juta. Ini baju waktu charity, ini gue ingat 1 jutaan. Tapi ini dulu buat charity," kata Grace.

2 dari 5 halaman

" Ini sepatu skating shoes dari new balance, maksudnya murah enggak mahal, sejutaan kali. Kalau kaus kaki, Rp100 atau Rp200 ribu. Jam Casio Rp600 ribu, murah," lanjut Grace.

Meski outfitnya tak seperti gambaran anak konglomerat, namun dia mengaku itu penampilan paling rapi. Untuk urusan kendaraan, cucu pendiri Lippo Group itu mengatakan tak mempunyai mobil-mobil mewah seperti sport. Dia hanya menggunakan Alphard, mobil yang umum digunakan orang-orang kaya.

Padahal, Grace bisa saja menggunakan dan membeli kendaraan dan barang-barang mahal. Mengingat orangtuanya merupakan orang terkaya di Indonesia

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dato Sri Tahir memiliki total kekayaan sekira US$2,6 miliar atau setara dengan Rp37,1 triliun yang berjalan dalam sejumlah produk seperti media cetak, TV berbayar, ritel, rumah sakit, properti, dan keuangan.

3 dari 5 halaman

2. Armand Hartono

Bukan perkara sulit membeli barang bagus dan mewah bagi anak konglomerat Indonesia. Dengan harta yang berlimpah, mereka bisa mudah mendapatkan segalanya yang dibutuhkan.

Tapi rupanya itu tak berlaku Armand Hartono. Anak dari bos Djarum Robert Budi Hartono ini memilih hidup sederhana dalam kesehariannya. Salah satunya yang pernah ramai jadi omongan ialah melakban sepatu yang sudah rusak.

Sebagian orang mungkin tak akan percaya anak konglomerat melakukan hal receh tersebut. Tapi faktanya, Armand mengakui jika dia melakban sepatunya.

4 dari 5 halaman

" Saya sih begini nggak mikir ya Pak. Itu ya otomatis ya kalau ada sepatu rusak ya dilakban aja ya. Ya lagi jalan-jalan, mungkin itu dulu kebanyakan nonton McGyever di waktu kecil," jawab Armand Hartono saat Hermanto Tanoko menanyakan soal lakban sepatu.

Ketika kecil Armand Hartono pun hidup selaknya anak-anak pada umumnya. Walau ia adalah anak bos perusahaan Djarum, keinginannya tak melulu bisa didapatkannya.

" Buat saya sih hidupnya normal (keinginan tak selalu terpenuhi). Ya bagi saya normal ya seperti itu," jelas Armand Hartono.

5 dari 5 halaman

Jika menilik asal keluarga Armand, bukan sesuatu yang sulit baginya membeli sepatu mahal. Namun dengan terbiasa hidup sederhana dan apa adanya, tak menjadikannya larut pada kekayaan yang dimiliki.

Seperti diketahui, Hartono bersaudara Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan data Forbes tahun 2021, kekayaan kakak beradik ini mencapai Rp216,72 triliun.

Gurita bisnis Hartono bersaudara meliputi Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk, Properti, Elektronik dan sektor Perkebunan.

Beri Komentar