Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Victor, Remaja Asal Macedonia Yang Membuat Berita Palsu Soal Donald Trump. (Foto: Daily Mail)
Dream – Mulai hari ini berpikirlah dua kali saat menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi hoax. Selain menyesatkan, ternyata niat baik kita sebenarnya menjadi keuntungan bagi para pencari uang.
Bukan karena namanya terkenal, kebiasaan kita menyebarkan berita hoax membuat si pembuat bisa meraup uang banyak.
Pengakuan mengejutkan inilah yang dibuat seorang remaja 16 tahun asal Makedonia. Dia mengaku mendapat banyak uang dari tugasnya membuat berita-berita hoax.
Victor, begitulah nama pria remaja itu. Dia adalah salah satu otak dibalik berita-berita hoax seputar pemilihan presiden AS beberapa waktu lalu. Dikutip laman Channel 4 seperti dilansir Dailymail, Victor adalah editor dari situs berita hoa, News Today.
Masih ingat berita palsu soal pemilihan presiden di Amerika Serikat? Masih ingat berita palsu yang betebaran di dunia maya dan membuat bos Facebook, Mark Zuckerberg, yang langsung siaga akan memberangus berita palsu?
Kini, terungkap siapa sosok berita palsu tentang pemilihan presiden Amerika Serikat. Yang mengejutkan, sosok itu adalah seorang remaja berusia 16 tahun!
© Dream
Dilansir dari Daily Mail, Selasa 29 November 2016, Victor mengatakan dia membuat situs berita palsu dan berita palsu karena semua orang ingin mendengar berita tentang Donald Trump.
“Semua orang haus akan berita. Mereka ingin mendengar Trump,” kata dia kepada Channel 4.
Lalu, berapa yang dihasilkan remaja tersebut dari berita palsu.
© Dream
Rupanya, remaja bisa mendulang US$200 ribu atau Rp2,7 miliar dari situs berita palsu.
Selain uang, rasa bersenang-senang juga menjadi alasan ada berita palsu. Remaja asal Macedonia ini merasa bosan dan bisa rekreasi dengan berita palsu. Dia beralasan remaja di daerahnya terkungkung dalam kebosanan.
“Saya tidak tahu harus melakukan apa. Tak ada yang bisa dilakukan di sini. Banyak remaja yang tidak keluar rumah. Kami melakukannya untuk mengusir bosan,” kata dia.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya