Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan non subsidi kemungkinan akan turun. PT Pertamina (persero) bahkan memastikan akan kembali menurunkan harga BBM nonsubsidi sebesar Rp 200 per liter.
Direktur Pemasaran PT Pertamina, Ahmad Bambang seperti dikutip dari laman Merdeka.com, Selasa, 29 Maret 2016 mengatakan, semua produk BBM non-PSO (public service obligation) akan diturunkan.
"Ya besok kita turunkan, sekitar Rp 200-an," katanya.
Dengan penurunan itu, Pertamina kemungkinan akan mematok harga Pertalite di angka Rp 7.100 per liter sementara Pertamax di angka Rp 7.550 per liter.
Sebelumnya, Pertamina telah menurunkan harga BBM non subsidi pada 15 Maret. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan harga Pertamax yang semula Rp 7.950 per liter turun menjadi Rp 7.750 per liter. Pertamax plus turun dari Rp 8.950 per liter menjadi Rp 8.750 per liter.
Sementara Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said dalam pertemuan pekan lalu memberikan sinyal akan adanya penurunan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar. Sesuai kebijakan pemerintah, harga BBM memang akan ditinjau setiap tiga bulan sekali.
"Karena itu pada 1 April 2016 nanti kita akan mengeluarkan Keputusan Menteri untuk menetapkan harga BBM periode 1 April hingga 30 Juni 2016,” ujar Sudirman mengutip keterangan tertulis ESDM pada 24 Maret 2016.
Dari hasil rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sudirman mengungkapkan untuk periode tiga bulan ke depan, harga BBM akan turun secara signifikan. “Mungkin dalam satu atau dua hari akan kita simpulkan angkanya,” jelas Sudirman.
Pemerintah memastikan akan tetap menjaga stabilitas agar ketika Lebaran di Juli nanti tidak mengalami kenaikan yang signifikan. "Maka kita akan lihat satu formula harga di mana harga tidak persis sampai bawah, tetapi sudah mendekati harga keekonomian,” lanjut Sudirman.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan