Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pertumbuhan pasar saham syariah hingga akhir tahun 2015 terus menunjukkan dominasi. Dari sisi produk, jumlah saham syariah tercatat sebanyak 318 saham atau 61 persen total kapitalisasi pasar saham Indonesia.
Hingga tahun lalu, jumlah saham syariah meningkat 34 persen dari sejak Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) diluncurkan pada 2011 silam dengan hanya berisi 237 saham.
Berdasarkan single investor identification (SID), pertumbuhan jumlah investor saham syariah di Indonesia juga meningkat 76 persen. Walaupun tidak meningkat secara drastis, jumlah 4.908 investor yang tercatat di sistem online trading syariah (SOTS) itu menunjukkan masih adanya minat investor pasa bursa saham syariah.
Menurut Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan, prospek investasi pada pasar modal syariah di Indonesia tidak akan mengecewakan.
" Bagus kok. Ya kan investasinya jangka panjang. Coba cek data 5-10 tahun belakang. Nggak mengecewakan kan?" ucap Nicky, dalam konferensi pers Pasar Modal Syariah 2016 di Main Hall BEI, Jakarta, Senin, 28 Maret 2016.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, jika pasar modal syariah tidak berbicara masalah investasi semata. Sebab, di dalam sistem pasar modal syariah, terdapat juga tuntunan bertransaksi sesuai dengan ajaran Islam.
" Kita bicara referensi. Kalau investor ingin selamat dunia akhirat ya milih syariah," ucap dia sembari tersenyum.
Untuk itulah, BEI terus menggiatkan informasi seputar pasar modal syariah kepada masyarakat. Salah satu caranya melalui pameran Festival Keuangan Syariah 2016 yang akan digelar di BEI pada Rabu, 30 Maret hingga Sabtu, April 2016.
" Masyarakat tinggal datang saja, bawa KTP jika ingin bertransaksi dan melakukan pembelian produk pasar modal syariah seperti saham dan reksadana," ujar dia menjelaskan.
Bahkan, demi mengenalkan pasar modal syariah pada masyarakat Indonesia festival ini akan dibuka pada hari Sabtu. Menurut dia upaya itu sekaligus untuk memberikan waktu kepada keluarga.
" Jadi bisa untuk family day dengan membawa keluarga. Sabtu nuansanya bersifat kekeluargaan," ucap dia.
Upaya yang dilakukan BEI ini untuk menjaring target 20ribu orang investor baru pada tahun 2016 ini. Diakui Nicky, meski jumlah itu tak banyak, namun harapan sebetulnya adalah bertumbuhnya investor pasar modal syariah.
" BEI berharap ada 20 ribu investor baru tahun ini. Tidak penting kecil atau besarnya, tapi aktifnya transaksi, minimal sebulan sekali," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya