Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Laporan terbaru dari Islamic Wealth Management Report 2016 menemukan 73 persen kekayaan hartawan di Timur Tengah disimpan di pengelola aset konvensional. Negara seperti Swiss, Luksemburg, dan Dublin adalah target utamanya.
Dr Sofiza Azmi, Group CEO of HD-Edbiz Group of Companies mengatakan miris dengan 40 persen aset syariah terkonsentrasi di negara muslim. Hanya sekitar US$ 11,5 triliun harta yang dimiliki individu muslim, institusi, dan pemerintah yang benar-bear di kelola lembaga keuangan syariah.
" Industri pengelola kekayaan islami dunia masih menghadapi isu kemampuan karena investor muslim baik individual maupun institusi masih konsisten dengan produk yang tersedia di negara Barat," kata Sofiza mengutip laman Zawya.com, Senin, 28 Maret 2016.
Lebih jauh, Sofiza mengatakan saat ini ada kebutuhan mendesak jika institusi keuangan syariah tak hanya meningkatkan kemampuannya, namun juga mendiversifikasi produknya.
Hal ini seiring dengan makin meningkatnya kemampuan investor syariah besar yang lebih memilih menyimpan dananya di produk pengelolaan aset konvensional.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
