Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Meski membuka perdagangan dari teritori negatif, indeks acuan saham-saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menggeliat. Emiten barang konsumsi dan industri dasar yang kemarin melemah juga mulai kembali pulih.
Penguatan kali ini memang masih dibayangi dengan laju bursa regional yang bergerak fluktuatif. Bursa saham Tiongkok masih tertekan aksi jual sementara Nikkei dan Kospi sudah bergerak menghijau.
Pada pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 29 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,28 poin ke level 153,634. Begitu juga indeks saham bluechips syariah, JII, yang turun 1,39 poin ke level 644,677.
Namun laju pelemahan indeks saham syariah ini perlahan-lahan mulai berbalik. Hingga perdagangan pukul 09.12 WIB, ISSI sudah menanjak 0,443 poin (0,29%) ke level 154,357.
Penguatan juga dicetak indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 2,243 poin (0,35%) ke level 648,310.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini tercatat sudah mencapai Rp 239,24 miliar dengan 2,67 miliar saham berpindahtangan.
Untuk sementara sudah 83 emiten berlabel syariah yang melaju di zona hijau. Sementara 36 lainnya masih tertekan aksi jual dan 32 emiten bergerak stagnan.
Saham di sektor perkebunan memimpin penguatan indeks sektoral usai naik 0,80 persen. Disusul barang konsumsi 0,56 persen, dan industri dasar 0,51. persen.
Sementara indeks sektor industri aneka terkoreksi 0,88 persen dan keuangan 0,06 persen.
Dengan dana bergulir ke bursa saham sebesar Rp 402 miliar, pemodal asing pagi ini masih melakukan posisi jual. Nett sell asing pagi ini masih tipis senilai Rp 40 miliar.
Di pasar keuangan, laju dolar AS kembali melemah terhadap mata uang Euro dan Yen Jepang. Dolar AS untuk sementara juga melemah terhadap rupiah.
Pagi ini kurs rupiah terhadap dolar AS naik tipis 18 poin (0,13%) menjadi 13.324 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya