Kabel Ini Mampu Hentikan Pesawat Jet dalam 3 Detik

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 4 Februari 2019 15:42
Kabel Ini Mampu Hentikan Pesawat Jet dalam 3 Detik
Barang ini bisa menjadi kabel termahal di dunia.

Dream – Kabel ini bisa menjadi kabel termahal di dunia. Harganya mencapai US$1,5 juta (Rp20,95 miliar). Kabel apakah itu?

Dikutip dari feedy.tv, Senin 4 Februari 2019, kabel supermahal itu adalah kabel blocking. Kabel ini merupakan alat penarik dan menjadi komponen penting untuk kapal induk.

Kabel itu bertujuan untuk menahan pesawat jet tempur berbobot 20 ton. Alat itu bisa menahan pesawat dan menghindarkannya dari risiko gagal mendarat.

Ketika sebuah pesawat jet mendarat di kapal induk, kabel ini dililitkan di ekor pesawat. Kabel ini akan menahan laju pesawat dan menghentikannya dalam waktu 3 detik.

Ini menunjukkan kabel blocking tidak hanya sangat kokoh, tapi juga punya kinerja yang terus-menerus untuk menahan tekanan yang kuat. Kabel itu juga tidak terlalu tebal.

Misalnya, kabel interceptor tipe MK7 yang biasa digunakan pada operator AS. Ada dua spesifikasi, yaitu kabel kawat berduri dengan tipe kabel baja datar ukuran 6x30 dan kabel redaman serat poliester 6x30.

Kabel pemblokiran pesawat ini terdiri dari 6 kabel. Setiap untaiannya dipilin dari 12 kabel utama, 12 kabel berukuran sedang, dan 6 kabel tipis.

Kabel pemblokiran yang digunakan untuk pendaratan pesawat kargo ini merupakan kabel termahal di dunia. Kabel interceptor MK7 AS dijual ke Perancis dengan harga US$1,5 juta.

1 dari 4 halaman

Ya Ampun, Kabel Jutaan Dicuri lalu Dijual Rp50 Ribu

Dream - Kelakukan MRF (15), remaja asal Jelawat, Samarinda, Kalimantan Timur, bikin geleng-geleng banyak orang. Ia mencuri kabel Telkom yang harganya mencapai Rp11,2 juta.

Hal ini diketahui karena adanya laporan dari Telkom karena kehilangan kabel sepanjang 440 meter. Rupanya oleh MRF, kabel itu dicuri dan dijual hanya Rp50 ribu. Pelaku ditangkap Rabu, 14 November 2018 kemarin di sekitar tempat tinggalnya.

" Waktu itu, PT Telkom melapor tanggal 13 Oktober 2018. Ada sekitar 440 meter kabel mereka hilang dicuri. Kabel itu terpasang di tiga gang permukiman warga," kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Ipda Purwanto, kepada Merdeka.com.

Maraknya pencurian kabel Telkom, membuat warga ikut mengawasi lingkungan mereka. Hingga akhirnya memergoki terduga pelaku, MRF (15) yang tak lain warga setempat.

Ada 2 teman pelaku MRF lain, yang berhasil kabur, lagi kita cari. Dua temannya ini, bertugas memotong dan menggulung kabel curian. Tersangka ikut menggulung kabel," ujar Purwanto.

MRF kini meringkuk di penjara, dengan barang bukti potongan kabel curian. Kabel itu dijual MRF kepada pemulung dengan harga sangat murah.

" Kabel itu ada tembaganya. Nah, tembaganya itu, dijual Rp50 ribu. Padahal, kerugian pelapor Rp 11,2 juta," tambah Purwanto.

Laporan Saud Rosadi/ Merdeka.com

[crosslink_1]

2 dari 4 halaman

Detik-detik Mencekam Warga Palu Gelantungan di Kabel Listrik Kala Tanah Terbelah

Dream - Gempa dahsyat berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) di Donggala, Sulawesi Tengah, tidak hanya menimbulkan tsunami. Terdapat pula gerakan yang membuat tanah amblas.

Ini terjadi di Perumahan Balaroa, Kota Palu. Sejumlah rumah mengalami amblas sekitar 20 meter.

Peristiwa mencekam tersebut diceritakan oleh salah satu warga, Siti Hajar. Saat kejadian, Siti berada di jalan depan rumahnya.

" Saya di rumah, jalan raya terbelah, saya masuk (terperosok) ke dalam," ujar Siti saat diwawancarai program siaran Breaking News Metro TV.

Beruntung, dia ditarik oleh kakaknya. " Saya akhirnya menggantung di kabel listrik," kata Siti.

 

3 dari 4 halaman

Berganti Kakak yang Terperosok

Sayangnya, ganti sang kakak yang terperosok ke dalam retakan. Menurut Siti, tiang listrik turut amblas hingga tingginya sejajar dengan posisinya berdiri.

" Kakak saya sempat tersangkut di retakan jalanan aspal. Akhirnya saya tarik kakak saya, dan bisa lepas dari sana," ucap Siti.

Begitu selamat, Siti dan kakaknya segera mencari gundukan tanah. Di atas gundukan tersebut, mereka bertahan untuk sementara waktu.

" Sampai di atas kami bertahan di atas gundukan, hanya satu detik kemudian gundukan itu terbelah lagi," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Pindah dari Gundukan ke Gundukan

Siti dan kakaknya lalu berpindah dari gundukan satu ke gundukan lainnya. Dia harus selalu waspada mengingat tanah tidak juga berhenti amblas.

" Jadi cara kami menyelamatkan diri setiap ada gundukan yang tinggi, aspal naik lagi saya naik. Sampai ada gundukan, di situ kami kumpul sekitar 50 orang bertahan sekitar setengah jam," kata dia.

Lebih lanjut, Siti mengatakan saat kondisi sangat gelap. Dia dan kakaknya hanya bisa pasrah.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara