5 Kesalahan Saat Wawancara, Impian Bekerja Bisa Pupus

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 27 Oktober 2018 08:01
5 Kesalahan Saat Wawancara, Impian Bekerja Bisa Pupus
Daripada peluangmu mendapatkan kerja semakin sedikit.

Dream – Wawancara kerja meski hanya berlangsung singkat namun sangat menentukan. Pelamar memerlukan latihan yang penuh. Ini seperti kamu sedang menjalin hubungan antara “ menjual” dan prestasi dengan kerendahan hati dan kesadaran diri.

Berbuat kesalahan sedikit, peluang mendapatkan pekerjaan akan hilang.

Dilansir dari The Muse, Senin 29 Oktober 2018, ketika wawancara berlangsung, kamu tak bisa berbicara terlalu banyak. Sebaliknya, kalau bicara terlalu sedikit, orang akan mempertanyakan keterampilanmu. Jadi, lebih baik bicaralah dengan nilai yang kamu tambahkan ke dalam tim, produk, atau perusahaan.

Agar wawancara berjalan sukses, lebih baik kamu berlatih dan menghindari lima kesalahan ini.

Pertama, tidak siap wawancara. Kamu harus berlatih sehingga siap untuk menjalani interview. Kalau tidak siap, pewawancara akan mempertanyakan keseriusanmu mendapatkan pekerjaan.

1 dari 2 halaman

Jangan Apatis dan Salah Fokus

Kedua, apatis.

Pewawancara telah menanamkan energi dan semangat ke perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka juga ingin mempekerjakan orang-orang yang memiliki komitmen dan semangat yang sama. Kalau mendengar kamu tak berminat kepada perusahaan, itu akan mematikan peluangmu bekerja di perusahaan ini.

Ketiga, fokus pada hal-hal yang salah.

Supaya kamu tidak salah fokus, lebih baik menjelaskan kepada pewawancara tentang keinginan memajukan perusahaan dan tim. Tunjukkan juga kamu seorang pemain tim dan cara agar berhasil mengelola proyek hingga akhir.

2 dari 2 halaman

Kamu Harus Berbuat Ini

Keempat, kurang kesadaran diri.

Selama wawancara, ada yang namanya leadership and drive di mana pewawancara menguji kesadaran diri dan kemauan untuk mengambil umpan balik. Di sini, kamu bisa menceritakan apa saja yang pernah diberikan kepada perusahaan dan mengambil tindakan apa saja ketika diberikan tugas.

Kelima, jarang mendengar.

Yang paling penting, kamu harus mendengarkan pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Plus, alasan di belakangnya. Pewawancara bertanya untuk mempelajari lebih lanjut tentang keahlianmu. 

Beri Komentar