Pengusaha Muda Usul Bisnis Batik Bebas Pajak PPN

Reporter : Ramdania
Rabu, 18 November 2015 14:01
Pengusaha Muda Usul Bisnis Batik Bebas Pajak PPN
Ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN tiba, serbuan barang-barang dari negara ASEAN tidak bisa ditolak. Ini memberikan desakan pemerintah dan pengusaha untuk menciptakan produk yang kompetitif.

Dream - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengusulkan pada pemerintah untuk memberikan insentif penghapusan pajak Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk produk batik dan kerajinan.

Kalangan eksekutif muda ini meminta pemerintah memperhatikan sektor riil dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang telah terbukti memiliki daya tahan, dibandingkan sektor finansial, serta membantu perekonomian Indonesia melewati masa krisis.

“ Kita ambil contoh batik,  persaingan dengan produk Cina dan bayangan MEA harus dihadapi dan dipersiapkan,” ujar Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI Bidang Organisasi Anggawira dalam keterangan persnya, Rabu, 18 November 2015.

“ Nah, salah satu persiapannya adalah dengan kompetitifnya harga batik sehingga masyarakat lebih memilih produk lokal dengn penerapan PPN harga akan lebih tinggi untuk itu diperlukan terobosan sehingga dapat bersaing dengan produk luar yang susah mulai membanjiri pasar,” tambahnya.

Angga khawatir, jika produk padat karya ini masih dikenakan PPN, dampaknya akan membuat harga yang diberikan produsen menjadi tinggi sehingga memberatkan konsumen. Lebih jauh, produk kerajinan tanah air akan kurang kompetitif dibandingkan negara jiran.

“ Kalau konsumen harus membayar pajak lagi kan sudah memberatkan ini, di sisi lain produk sejenis dari negara tetangga harganya bisa jauh lebih murah karena di negara asal pemeirintahnya memberikan berbagai insentif baik kredit ekspor, bunga murah bahkan insentif pajak, ini yang seharusnya menjadi contoh untuk Indonesia,” paparnya.

Sebelum keseluruhan UKM, lanjut Angga, untuk tahap pertama insentif pajak bisa diberikan pada pada produsen batik. Alasannya, batik yang merupakan kerajinan khas Indonesia, kini keasliannya mulai terancam dengan banyaknya produk tekstil bermotif batik asal negara lain.

“ Batik adalah budaya bangsa, perkembangannya sangat di butuhkan demi kelestarian batik. Penghapusan PPN pada karya batik sangat krusial ini demi mencegahnya kepunahan pengrajin batik, Kalau pengrajin lesu karena PPN ini kan bisa gawat budaya kita” pungkasnya.

Beri Komentar