Hukum Koperasi dalam Islam, Apakah Sesuai dengan Syariat?

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Senin, 24 Januari 2022 18:14
Hukum Koperasi dalam Islam, Apakah Sesuai dengan Syariat?
Setiap aktivitas ekonomi termasuk koperasi haruslah dijalankan dengan aturan Islam.

Dream – Istilah koperasi tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Ya, koperasi menjadi sebuah lembaga keuangan yang memiliki peran penting bagi masyarakat yang berfungsi untuk menggerakkan roda perekonomian. Bagi masyarakat yang ingin menjalankan suatu bisnis, maka keberadaan koperasi akan membantu memberikan biaya.

Seperti halnya dikatakan oleh Mohammad Hatta yang merupakan bapak koperasi Indonesia bahwa koperasi adalah usaha bersama yang berfungsi untuk bisa memperbaiki nasib perekonomian dengan menerapkan prinsip tolong-menolong.

Selain tersedia koperasi konvensional, dalam Islam sendiri dikenal dengan koperasi syariah yang menerapkan prinsip-prinsip Islam di dalamnya. Di mana koperasi ini masuk ke dalam golongan syirkah yang adalah bentuk kerja sama oleh beberapa pihak dalam upaya meraih atau mengembangkan harta yang dimiliki.

Namun, bagaimana sebenarnya hukum koperasi dalam Islam? Hal ini tentu haruslah diketahui oleh umat Islam. Karena Islam telah mengatur segala hal yang dilakukan manusia dengan batasan-batasan sesuai syariat Islam. Sehingga apa yang dilakukan nantinya tidak menyimpang dari ajaran Islam.

Untuk mengetahui pembahasannya secara lebih lengkap terkait hukum koperasi dalam Islam, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Pengertian Koperasi

Pengertian Koperasi© Unsplash.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), koperasi adalah perserikatan yang bertujuan memenuhi keperluan para anggotanya dengan cara menjual barang keperluan sehari-hari dengan harga murah (tidak bermaksud mencari keuntungan).

Menurut Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangn atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.

Menurut Mohammad Hatta yang adalah bapak koperasi, koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong.

Menurut R.S. Soeriaatmadja, koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang adalah juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nirlaba atau dasar biaya.

2 dari 3 halaman

Fungsi Koperasi

Seperti dikutip dari Bola.com, menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 pasal 4, koperasi memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

1. Membangun dan meningkatkan potensi ekonomi para anggota dan juga masyarakat secara umum sehingga kesejahteraan sosial dapat terwujud.

2. Koperasi memiliki peran yang aktif falam upaya meningkatkan kualitas hidup anggotanya dan masyarakat.

3. Memperkuat perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan ekonomi nasional di mana koperasi menjadi pondasinya.

4. Mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang lebih baik melalui usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

3 dari 3 halaman

Hukum Koperasi dalam Islam

Hukum Koperasi dalam Islam© Unsplash.com

Islam telah mengatur segala kehidupan manusia agar sesuai dengan syariat, tidak terkecuali dengan aktivitas perekonomian. Keberadaan hukum Islam pun memiliki peran yang sangat penting, terkhusus dalam mengatur tentang hukum koperasi dalam Islam agar umat Islam bisa dihindarkan dari aktivitas ekonomi yang berunsur riba. Karena tentu saja riba sendiri sangatlah dilarang oleh Allah SWT.

Dalam koperasi ini identik dengan prinsip tolong-menolong yang juga menjadi perhatian dalam agama Islam. Hal ini pun turut dijelaskan dalam firman Allah SWT melalui surat Al-Maidah ayat 2 berikut ini:

يٰٓاَيُّهَاالَّذِيْنَاٰمَنُوْالَاتُحِلُّوْاشَعَاۤىِٕرَاللّٰهِوَلَاالشَّهْرَالْحَرَامَوَلَاالْهَدْيَوَلَاالْقَلَاۤىِٕدَوَلَآاٰۤمِّيْنَالْبَيْتَالْحَرَامَيَبْتَغُوْنَفَضْلًامِّنْرَّبِّهِمْوَرِضْوَانًاۗوَاِذَاحَلَلْتُمْفَاصْطَادُوْاۗوَلَايَجْرِمَنَّكُمْشَنَاٰنُقَوْمٍاَنْصَدُّوْكُمْعَنِالْمَسْجِدِالْحَرَامِاَنْتَعْتَدُوْۘاوَتَعَاوَنُوْاعَلَىالْبِرِّوَالتَّقْوٰىۖوَلَاتَعَاوَنُوْاعَلَىالْاِثْمِوَالْعُدْوَانِۖوَاتَّقُوااللّٰهَۗاِنَّاللّٰهَشَدِيْدُالْعِقَابِ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya.

Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2).

Seperti dikutip dari Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1, No. 2, Tahun 2017 berjudul Koperasi Syariah sebagai Solusi Penerapan Akad Syirkah yang Sah, secara umum koperasi konvensional telah sesuai dengan sistem ekonomi Islam yang memerhatikan nasib dari masyaraka dengan berprinsip pada kebersamaan dan kekeluargaan.

Namun untuk pelaksanaannya, koperasi konvensional tidaklah sesuai dengan syirkah yang ada dalam Islam. Karena agar hukum koperasi dalam Islam yang tergolong dalam syirkah bisa sesuai dengan ajaran Islam haruslah dengan menjalani aturan Islam yang didasarkan pada Al-Quran dan sunah Nabi.

Sedangkan koperasi syariah tentunya harus sesuai dengan rukun dan syarat dalam akad syirkah. Di mana dalam pembentukannya, koperasi syariah bisa memilih salah satu dari jenis syirkah yang terdiri dari ‘inan, abdan, mudharabah, wujuh, atau pun mufawadhah. Sehingga nantinya koperasi tersebut bisa dijalankan secara sah.

Beri Komentar