Tenggak Miras Oplosan, 10 Orang di Jakarta Timur Tewas

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 28 November 2016 18:39
Tenggak Miras Oplosan, 10 Orang di Jakarta Timur Tewas
10 orang tersebut dilaporkan tewas di dua lokasi berbeda.

Dream - Sepuluh orang tewas usai mengonsumsi minuman keras oplosan di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Mereka ditemukan tewas di dua tempat berbeda, yaitu di Halte Pengarengan, Jalan Rajiman, dan di Kebon Pos FBR, Jalan Kampung Lio.

Kapolsek Cakung, Kompol Sukatma, mengatakan, awalnya polisi mendapat informasi ada enam orang meninggal dunia. Beberapa saat kemudian, dia kembali mendapat informasi korban tewas bertambah menjadi delapan hingga 10 orang.

" Sekarang jadinya sepuluh," kata Sukatma saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 28 November 2016.

Sukatma mengatakan sebanyak 14 orang sedang berpesta miras oplosan pada Kamis pekan lalu, sekitar pukul 16.00 WIB. Usai pesta sekitar pukul 22.00 WIB, mereka kembali ke rumah masing-masing.

Keesokan harinya, kata dia, delapan orang sempat mengalami gejala mual-mual dan pusing. Saking parahnya, kedelapan orang tersebut kemudian meninggal dunia.

1 dari 2 halaman

Dikira Gara-gara Angin Duduk

Sementara, dua korban lain belum dilaporkan karena keluarga mereka menduga keduanya meninggal akibat angin duduk.

Keluarga baru mengetahui setelah mendapat kabar teman-teman dari dua korban meninggal akibat miras oplosan. Usai mendapat kabar tersebut, pihak keluarga segera melapor ke kepolisian setempat.

" Setelah kemudian teman-temannya bertahap meninggal satu persatu, baru keluarganya tahu, jangan-jangan karena minuman itu," ujar dia.

Sementara empat korban lainnya dinyatakan selamat. Polisi kemudian menjadikan keempat korban selamat itu sebagai saksi.

2 dari 2 halaman

NN, Tersangka Pengoplos

Terkait kasus ini, polisi menetapkan tersangka pada seorang wanita berinisial NN. Sukatma menuturkan, NN telah terbiasa membuat miras oplosan.

" Dia (NN) sehari-hari memang kerap mengoplos minuman. Dia ini memang jago mengoplos," ucap dia.

Sukatma berujar dalam meracik minuman haram itu, NN bekerjasama dengan pemilik kios gerobak berinisial UDN dan CM yang kini masih buron. NN biasa menjual miras oplosan searga Rp15 ribu per botol.

Polisi menjerat NN dengan Pasal 204 dan 300 KUHP. NN terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More