Pasar Mulai Tenang Hadapi Sentimen Virus Corona, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 4 Februari 2020 16:59
Pasar Mulai Tenang Hadapi Sentimen Virus Corona, Indeks Syariah Ditutup Menguat
Rupiah mulai bangkit.

Dream - Kepercayaan investor terhadap perekonomian China yang diserang virus corona perlahan-lahan berangsur pulih. Sentimen dari global tersebut bergabung dengan kembalinya aksi beli pada saham penggerak indeks yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke jalur hijau.

Aksi beli investor pada saham sektor keuangan terutama emiten BBCA dan BBRI turut menggairahkan pasar modal syariah. Setelah tiga hari tertekan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) akhirnya ditutup menguat signifikan.

Menguat sejak awal perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan Selasa, 4 Februari 2020 dengan menguat 0,748 poin (0,44%) ke level 171,812. ISSI mengawali perdagangan di sesi prapembukaan dengan naik ke level 171,992.

Laju ISSI naik signifikan di sesi pagi dengan menyentuh level tertinggi di 172,606. Di sesi siang, investor mulai menahan diri terjun ke pasar dan membuat ISSI tertekan ke level terendahnya di 171,415. 

Penguatan juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 3,533 poin (0,55%) ke level 639,640.

Indeks JII70 naik 1,262 poin (0,60%) ke level 213,162.

Rebound yang terjadi pada saham BBCA yang sempat ditinggalkan pemodal asing mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sore ini IHSG menguat 38,169 poin (0,65%) ke level 5.922,339.

1 dari 5 halaman

Rupiah Perlahan-lahan Menguat

Kepercayaan diri investor mulai bangkit. Para penanam modal membeli saham-saham, terutama di sektor industri aneka dan keuangan. Indeks sektor industri aneka melesat 1,68 persen dan keuangan 1,33 persen.

Indeks sektor perdagangan terkoreksi 0,50 persen dan pertanian 0,07 persen.

Emiten syairah top gainer kali ini adalah INDS yang harga sahamnya meningkat Rp260, ICBP Rp200, TCPI Rp200, ASII Rp125, dan ASII Rp125.

Harga saham GHON terkoreksi Rp385, CITA Rp300, UNTR Rp300, INPP Rp200, dan PGAS Rp180.

Pada 16.35, rupiah menguat terhadap dolar AS. Kurs dolar AS melorot 78 poin (0,57%) ke level Rp13.663 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Virus Corona Masih jadi Teror, IHSG dan Indeks Syariah Rontok

Dream - Kekhawatiran investor terhadap penyebaran virus corona terus membayangi pelaku pasar modal dunia. Terlebih Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat internasional.

Sentimen global ini berpacu dengan strategi perusahaan manajemen investasi yang melakukan redemption atas aset dasar reksa dananya menyusul kisruh PT Jiwasraya dan PT Asabri.

Mengawali perdagangan Februari 2020, pasar modal saham Indonesia rontok. Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga ikut rontok saat perdagangan ditutup Senin, 3 Februari 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 2,081 poin (1,20%) ke level 171,064. ISSI langsung bergerak melemah di zona merah ke level 172,553 saat perdagangan baru dimulai. Hingga akhir perdagangan, ISSI tiarap di teritori negatif dan menyentuh level terendahnya di sesi penutupan.

 

© Dream

 

Koreksi tajam juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 6,697 poin (1,04%) ke level 636,107.

Indeks JII70 terguling 2,666 poin (1,24%) ke level 211,900.

Hantaman sentimen dari dalam dan luar negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) takk berkutik di awal pekan ini. IHSG ditutup melemah 55,878 poin (0,94%) ke level 5.884,170.

3 dari 5 halaman

Indeks Sektoral Terkapar

Semua indeks sektoral tumbang. Indeks sektor industri dasar terjungkal 2,03 persen, infrastruktur 1,85 persen, dan industri aneka 1,24 persen.

Saham syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harganya naik Rp400, EPMT Rp300, GHON Rp350, BTPS Rp300, dan TGKA Rp250.

Kecemasan investor membuat mereka untuk melepas sahamnya. Harga saham DSSA melorot Rp2.600, IBST Rp1.300, AALI Rp475, CPIN Rp450, dan FAST Rp180.

Pada 16.26, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 69 poin Rp13.724 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

IHSG Terhempas dari Level 6.000, Indeks Syariah Rontok

Dream - Bursa saham Indonesia masih kurang bergairah meski sejumlah indeks acuan di kawasan regional mulai bergerak naik. Rilis data manufaktur China yang sesuai ekspektasi investor membuat beberapa indeks bursa Asia bergerak menguat.

Sayangnya penguatan tersebut tak bsia diikuti oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan tiga indeks acuan saham syariah. IHSG bahkan terlempar dari level psikologis 6000. 

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonsia (BEI), Jumat, 31 Januari 2020, IHSG rontok sampai 117,548 poin (1,94%) ke level 5.940,048.

Melemahnya IHSG membuat semua indeks acuan bergugurab. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan Januari 2020 dengan melemah 2,886 poin (1,64%) ke level 173,145.

 

© Dream

 

Meski dibuka menguat di level 176,616 saat sesi pra-pembukaan, ISSI langsung terjun ke teritori negatif saat perdagangan baru berjalan 10 menit. Aksi jual investor menghempaskan ISSI ke level terendahnya di 172,686.

Koreksi sangat tajam juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) amblas sampai 15,027 poin (2,28%) ke level 642,804.

Sementara indeks saham syariah paling bungsu, JII70 turun 4,200 poin (1,92%) ke level 214,566.

5 dari 5 halaman

Tak Ada Indeks Sektoral yang Menghijau

Minimnya sentimen positif membuat investor ramai-ramai melepas sahamnya, terutama di sektor industri aneka. Indeks sektor industri aneka melorot 3,32 persen, disusul keuangan 2,23 persen dan barang konsumsi 2,10 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SHID yang harga sahamnya meningkat Rp760, GDYR Rp220, ACES Rp155, NFCX Rp100, dan INDR Rp80.

Sebaliknya, harga saham UNTR terkoreksi Rp775, INTP Rp750, ITMG Rp700, BLTZ Rp630, dan LPPF Rp420.

Pada 16.33, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Kurs dolar turun 41 poin (0,30%) ke level Rp13.697 per dolar AS.

Beri Komentar