Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Dream - Aura kecemasan belum menghilang dari pasar modal Indonesia. Meski sempat berusaha menguat, bursa saham syariah harus takluk oleh aksi jual investor.
Beruntung bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bisa ditutup menguat. Emiten industri dasar dan keuangan mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakara, Rabu, 26 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpuruk di zona hijau. turun 0,446 poin (0,33%), ISSI ditutup di level 133,219.
ISSI tak mampu menghadang pelemahan yang melanda 112 emiten syariah. Penguatan harga saham dari 78 emiten syariah belum cukup mengangkat ISSI ke zona hijau.
Sepanjang perdagangan kali ini ISSI hanya mampu mencetak posisi tertingginya di 133,333. ISSI justru sempat jatuh ke level terendah 130,678.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,54 triliun dengan 46,21 miliar saham yang diperdagangkan.
Berbeda dengan JII yang mendekam di zona merah, saham-saham bleuchips syariah justru sempat melawan tren pelemahan.
Sempat menguat ke zona hijau dengan level tertinggi 555,538, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 1,782 poin (0,32%) ke level 553,092.
Sebanyak 11 emiten unggulan syariah berhasil menutup perdagangan di zona positif. Namun, aksi pelemahan 18 emiten lainnya lebih kuat menyeret JII ke zona hijau.
Top gainer JII lebih banyak dihuni emiten industri dasar seperti SMGR daN INTP yang menguat Rp 975 dan 900 per saham. Top gainer lainnya dihuni ITMG yang naik Rp 300, AALI Rp 225, dan JSMR Rp 125 per saham.
Sebaliknya, UNVR yang kemarin melesat tajam justru menjadi top losser dengan melemah Rp 850 per saham. Top losser lainnya adalah UNTR yang turun Rp 775, LPPS Rp 675, SILO Rp 150, dan SSMS Rp 65 per saham.
Kabar baik justru muncul dari pergerakan IHSG. Naik tipis 9,232 poin (0,22%), IHSG ditutup menguat di level 4.237,733.
Lantai bursa menghimpun dana investor hingga Rp 5,87 triliun dengan Rp 527,58 miliar diantaranya merupakan dana asing yang ditarik dari pasar modal Indonesia.
Dari pasar keuangan, rupiah akhirnya kembali melemah. Sempat menguat ke level 14.035 per dollar As, rupiah sore ini justru terpangkas 52 poin (0,37%) menjadi 14.106 per dollar AS.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele