Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Wisudaa (washingtonpost.com)
Dream - Khawatir ijazah Anda penuh dengan deretan nilai C? Tenang dunia belum berakhir. Fakta justru menunjukan banyak mahasiswa bernilai C bisa menjadi lebih sukses.
"Buat mereka yang diwisuda hari ini dengan nilai terbaik, saya ucapkan selamat. Dan seperti sering katakan saya pada mahasisa bernilai C, Anda bisa menjadi Presiden," ujar mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush saat menyampaikan pidato wisuda di Southern Methodist University, seperti dikutip dari laman elitdaily.com, Kamis, 21 Mei 2015.
Bush seolah menghibur dirinya sendiri yang memang mendapatkan nilai sedang selama kuliah. Sekaligus memberikan perspektif baru bagi mahasiswa yang lulus dengan nilai pas-pasan.
Dalam kesempatan itu Bush menekankan jika nilai ijazah tak selamanya menentukan jati diri. Kehidupan sesungguhnya menawarkan kemungkinan yang tak terkira.
Perkataan Bush ini mungkin ada benarnya. Setidaknya ada beberapa nama orang sukses yang memiliki nilai ijazah tak terlalu baik. Bahkan di jajaran presiden Negeri Paman Sam.
Tengok saja nama-nama seperti John F Kennedy. Lyndon B Johson, dan dan ayah Bush, George HW Bush. Tak lupa adanam Wakil Presiden AS, Joe Biden yang berjuang keras meraih nilai terbaik semaca kuliah.
Selain di dunia politik, banyak contoh sukses entrepreneur yang muncul bukan karena kelebihan akademiknya.
Steve Jobs, contohnya, sama sekali tak pernah menyelesaikan kuliahnya. Kondisi sama terjadi pada Mark Zuckerberg dan Bill Gates.
Wanita miliarder termuda dunia, Elizabeth Holmes yang merevolusi dunia pengobatan, juga terpaksa dropout dari Stanford University untuk mengejar mimpinya.
Sementara Richard Branson yang mengidap dyslexia harus keluar dari sekolah pada usia 15 tahun.
Humor Bush pun dibenarkan ahli astrophysicist, Neil deGrasse Tyson pada kesempatan yang sama.
"Nilai Anda, berapapun IPK-nya, menjadi tak relevan dengan kehidupan. Karena dalam kehidupan nyata, mereka takkan bertanya berapa nilai Anda. Nilai itu menjadi berarti hanya pada saat Anda berada dalam momen itu. Itu tidak bisa menjelaskan sisa kehidupan Anda," ujarnya.
Kecerdasan memang bersifat subyektif. Pencapaian akademis tak selamanya menggambarkan jalan untuk menangani hidup Anda.
Seorang mahasiswa sukses sepenuhnya bergantung pada kemampuan seseorang beradaptasi dengan sistem tertentu. Namun ini tak selamnya perlu persiapan di dunia nyata.
Karakter, pengalaman, koneksi, bukan nilai, menjadi kunci dalam mengarahkan hidup seseorang.
Kesuksesan membutuhkan semangat, ketekunan, kecerdasan emosional, dan kemampuan memahami sebuah kegagalan.
Inilah mengapa kita melihat banyak mahasiwa dengan nilai C yang dianggap tak bisa sukses, berjuang untuk menggapainya. Para mahasiswa C ini tahu artinya berjuang dan sering harus menghadapi lebih banyak hambatan dibandingkan orang lain. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains