ISSi Berbalik Menguat, Bluechips Syariah Jadi Buruan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 5 Desember 2019 16:49
ISSi Berbalik Menguat, Bluechips Syariah Jadi Buruan
Siapa yang menjadi penggerak utama perdagangan?

Dream - Indeks saham syariah di pasar modal Indonesia berbalik menguat. Laju positif ini ditopang aksi beli pemodal lokal yang mampu meredam pemodal asing yang masih dalam posisi jual meski nilainya mulai berkurang.

Saham-sham di sektor industri aneka dan pertanian menjadi motor penggerak perdagangan bursa saham hari ini, Kamis, 5 Desember 2019.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,621 poin (0,88%) ke level 185,360.  ISSI terus menguat setelah dibuka menghijau di level 184,193 saat sesi pra-pembukaan. Jelang perdagangan berakhir, ISSI terus menguat.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga berbalik menguat dengan kenaikan 8,543 poin (1,26%) ke level 686,610.

Penguatan signifikan juga dialami indeks JII70 yang menanjak 2,549 poin (1,12%) ke level 230,772.

Kembalinya aksi beli pemodal lokal membuta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit bergairah. IHSG ditutup naik 39,238 poin (0,64%) ke level 6.152,117.

1 dari 5 halaman

Sektor Industri Aneka dan Pertanian Jadi Buruan Investor

Investor ramai melantai di bursa hari ini. Sektor industri aneka terangkat 1,91 persen, pertanian 1,83 persen, dan pertambangan 1,55 persen.

Hanya indeks barang konsumsi melemah 0,33 persen.

Emiten syariah yang menduduki peringkat top gainer kali ini adalah TCPI yang harganya sebesar Rp450, POLL Rp350, AALI Rp275, INTP Rp275, dan PCAR Rp205.

Sebaliknya, harga saham BALI terkoreksi Rp325, SILO Rp200, TCID Rp200, FIRE Rp155, dan KAEF Rp120.

Pada 16.23, kurs dolar AS melemah 24 poin (0,17%) ke level Rp14.081 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Bluechips Berguguran, Indeks Syariah Terkapar di Zona Merah

Dream - Indeks syariah mendekam di zona merah sepanjang perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 4 Desember 2019. Sentimen penguatan rupiah tak cukup memikat pelaku pasar untuk terjun ke lantai bursa.

Tanpa sentimen positif signifikan yang masuk ke lantai bursa, investor memilih menyelamatkan portofolionya dengan melakukan aksi jual saham. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,429 poin (0,23%) ke level 183,739. ISSI memulai sesi jual beli dari teritori merah saat dibuka melemah di level di 183,636.

Aksi jual saham membuat indeks ini semakin terdorong ke zona merah dan sempat terperosok ke level terendah di 182,958.

 

 © Dream

 

Meski sama-sama ditutup melemah, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), masih sempat menembus zona hijau. Namun penguatan itu hanya berlangsung saat dan JII terkoreksi 1,837 poin (0,27%) ke level 678,067 di sesi penutupan.

Sementara indeks JII70 mengikuti laju ISSI yang mendekam seharian di zona negatif. Indeks syariah paling bungsu ini merosot 0,820 poin (0,36%) ke level 228,223.

Aksi jual yang cukup kuat di lantai bursa memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi. Terpangkas 21,017 poin (0,34%), IHSG bertengger di level 6.112,879.

3 dari 5 halaman

Indeks Sektor Barang Konsumsi Amblas

Investor lebih suka melepas sahamnya, terutama di sektor barang konsumsi yang terkoreksi sampai 1,27 persen.

Sebaliknya indeks sektor infrastruktur ditutup menguat 0,80 persen, pertambangan 0,61 persen, properti 0,46 persen, dan industri aneka 0,37 persen.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer kali ini POLU yang harga sahamnya naik Rp560, POLL Rp500, PLIN Rp390, PICO Rp240, dan JSMR Rp175.

Sebaliknya, yang menjadi " juru kunci" adalah UNVR yang harga sahamnya merosot Rp675, UNTR Rp450, ICBP Rp300, EPMT Rp250, dan MAPA Rp250.

Pada 16.34, kurs dolar AS melemah 86 poin (0,61%) ke Rp14.029 per dolar.

4 dari 5 halaman

Berseberangan dengan IHSG, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Dream - Indeks syariah kompak turun pada penutupan perdagnagan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 3 Desember 2019. Koreksi yang dialami indeks syariah ini berseberangan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lolos dari tekanan.

Pelemahan indeks syariah terjadi di tengah mata uang dolar AS yang kembali menguat terhadap rupiah. Di sisi lain, aksi jual asing di pasar modal Indonesia mulai berkurang di bawah Rp100 miliar. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi tipis 0,044 poin (0,02%) ke level 184,168. ISSI bergerak fluktuatif setelah sempat dibuka melemah ke level 183,968. 

 

 © Dream

 

Saham syariah sempat kembali menjadi incaran pelaku pasar dengan terdorong naik ke zona hijau. Level tertinggi ISSI dicetak di level 184,580. Sayangnya penguatan ini tak berlangsung hingga sesi perdagangan ditutup.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,628 poin (0,09%) ke level 679,904. Sementara indeks JII70 melemah 0,575 poin (0,25%) ke level 229,043.

Adanya aksi beli pada saham-saham lapis dua menyelamatkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski sempat terpeleset, IHSG ditutup naik 3,841 poin (0,06%) ke level 6.133,896.

5 dari 5 halaman

Sektor yang Digemari untuk Dibeli dan Dijual

Investor lebih suka membeli saham  di sektor industri dasar, barang konsumsi, manufaktur, dan pertambangan. Keempat indeks sektoral terangkat 1,36 persen, 0,73 persen, 0,58 persen, dan 0,15 persen.

Sebaliknya, indeks sektoral yang mengalami tekanan kali ini berasal dari emiten industri aneka yang terkoreksi 1,61 persen, pertanian 0,45 persen, dan perdagangan 0,29 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini BYAN yang harganya melesat Rp1.625, INTP Rp325, GHON Rp250, AKSI Rp245, dan PCAR Rp225.

Di jajaran top losser saham syariah bertengger emiten PICO yang terkoreksi Rp980, UNTR Rp575, HEXA Rp210, dan PLIN Rp200.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah sore ini mengalami tekanan. Pada perdagangan pukul 16.44 WIB, dolar AS menguat 6 poin (0,04%) ke level Rp14.131 per dolar AS.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya