Dream - Bursa saham syariah Indonesia langsung menukik tajam di pembukaan perdagangan Selasa, 9 Februari 2016. Tekanan indeks Dow Jones akibat koreksi harga minyak memaksa aksi jual investor.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok 1,109 poin ke level 149,225. Indeks saham bluechips syariah, JII, juga ikut tersungkur 7,417 poin ke level 635,135.
Tekanan jual yang besar di perdagangan pascalibur panjang ini terus bertahan hingga satu jam sejak pembukaan perdagangan.
Pada perdagangan pukul 10.01 WIB, indeks ISSI masih terpuruk 0,955 poin (0,64%) ke level 149,379. Sementara indeks JII turun 6,567 poin (1,02%) ke level 635,985.
Aksi jual investor saat ini telah menurunkan 75 emiten syariah ke zona merah. Namun masih ada 43 emiten yang dilanda aksi jual dan 49 lainnya bertahan stagnan.
Dominasi koreksi harga saham juga melanda indeks saham bluechips syariah dengan 20 emiten bertengger di zona merah.
Transaksi perdagangan di awal sesi ini sudah mencapai Rp 731 miliar dengan 7,8 miliar saham syariah berpindahtangan.
Investor asing untuk sementara belum berniat melakukan aksi jual. Terlihat asing membukukan nett buy tipis Rp 41,77 miliar.
Emiten infrastruktur mengalami tekanan hebat di awal pekan ini. Indeks sektoral emiten ini turun 1,29 persen. Diikuti emiten perdagangan yang turun 0,91 persen, dan properti 0,78 persen.