Pasar Jenuh Beli, Indeks Syariah dan IHSG Kompak Bersinar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 9 April 2019 16:38
Pasar Jenuh Beli, Indeks Syariah dan IHSG Kompak Bersinar
Sektor industri aneka dan properti jadi primadona.

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 9 April 2019. Kondisi perdagangan yang sudah oversold (jenuh jual) membuat aksi beli kembali terjadi di lantai bursa.  

Sentimen dari kenaikan cadangan devisi untuk posisi Maret 2019 membuat investor sedikit yakin untuk kembali berburu saham. Meski sorotan utama pelaku pasar kali ini tertuju pada sentimen global. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan menguat 2,183 poin (1,16%) ke level 190,587. ISSI terus menanjak setelah dibuka menghijau di level 188,563. Penguatan aksi beli terjadi jelang perdagangan berakhir dan mendorong indeks ISSI menyentuh level tertingginya. 

Posisi rebound juga diukir indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Melesat 9,325 poin (1,33%), indeks JII bertahan di level 708,928. Sementara indeks JII70 tumbuh 3,017 poin (1,29%) ke level 235,922.

Penguatan rupiah dan posisi pasar yang oversold turut membantu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke jalur hijau. IHSG ditutup menguat 58,614 poin (0,91%) ke level 6.484,348.

1 dari 1 halaman

Rupiah Menguat Lagi terhadap Dolar AS

Aksi beli saham ramai melanda lantai bursa. Semua indeks sektoral bergerak menanjak.

Investor banyak menginvestasikan dananya di saham sektor industri aneka, properti, dan perdagangan. Ketiga indeks sektoral ini melesat masing-masing 1,77 persen, 1,53 persen, dan 1,34 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah DUTI yang harga sahamnya menguat Rp1.025, disusul oleh UNVR Rp800, UNTR Rp525, SMGR Rp375, dan ICBP Rp275.

Sebaliknya, harga saham FASW terkoreksi sebesar Rp200, BSSR Rp150, RODA Rp136, PNSE Rp125, dan MAPA Rp100.

Pada pukul 16.14, rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS melemah 38 poin (0,29%) ke level Rp14.129 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim