Bluechips Syariah Gagal Angkat ISSI

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 11 Maret 2019 16:55
Bluechips Syariah Gagal Angkat ISSI
Indeks industri dasar `jatuh` paling dalam.

Dream - Sentimen kecemasan pertumbuhan global yang melambat membuat investor menahan diri terjun ke lantai bursa. Bura regional yang bergerak variatif menahan berat beban laju indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aksi beli selektif yang dilakukan pelaku pasar membuat indeks acuan saham syariah bergerak di dua zona. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin, 11 Maret 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 0,466 poin (0,25%) ke level 188,395. ISSI sempat bergerak menguat di level 189,630 ketika perdagangan dibuka.

Sayang penguatan itu bergerak hanya sekitar 20 menit. ISSI perlahan-lahan mulai masuk zona negatif hingga sesi penutupan siang. ISSI hanya sempat menembus level tertinggi di 189,758.

Memasuki sesi siang sempat muncul aksi beli pelaku pasar. ISSI sempat menembus zona hijau namun hanya bergerak menguat sesaat. Hanya bergerak naik 15 menit, ISSI kembali menghadapi tekanan jual investor.

ISSI akhirnya menutup sesi perdagangan awal pekan ini di zona negatif. 

Penguatan terjadi pada indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks  berisi 30 emiten unggulan syariah ini hanya naik tipis 0,288 poin (0,04%) ke level 690,088.

Kondisi berbeda dialami Indeks JII70 yang melorot 0,112 poin (0,05%) ke level 231,103.

Tekanan jual membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bisa keluar dari tekanan. IHSG terkoreksi 16,634 poin (0,26%) ke level 6.336,434.

1 dari 1 halaman

Indeks Industri Dasar Terkoreksi

Investor lebih suka melepas saham di sektor industri dasar yang membuat indeks anjlok 1,14 persen. Pelemahan indeks ini diikuti oleh sektor pertanian sebesar 0,73 persen, infrastruktur 0,49 persen, dan keuangan 0,45 persen.

Sebaliknya, indeks sektor perdagangan naik 0,26 persen, barang konsumsi 0,2 persen, dan industri aneka 0,19 persen.

Top gainer saham syariah dihuni ITMG yang terangkat Rp750. Disusul SRTG Rp750, UNTR Rp675, UNVR Rp325, dan SHID Rp200.

Sebaliknya, harga saham TCPI melemah Rp1.425, BYAN Rp800, INTP Rp425, LPPF Rp250, dan AKRA Rp150.

Pada 16.05, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Kurs dolar AS menguat 54 poin (0,38%) ke level Rp14.260.(Sah)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie