Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
Duh, Dua Indeks Syariah Terkoreksi Hari Ini.
Dream - Meski dibuka menguat, pelaku seperti masih cemas kembali melantai di bursa saham Indonesia. Rontoknya sebagian besar saham bluechips syariah membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali ditutup melemah.
Kabar baiknya, aksi jual pemodal asing di perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa 6 Maret 2016 sedikit berkurang.
Indeks ISSI kembali bergerak loyo usai ditutup melemah 1,644 poin (0,85%) ke level 192,565. Indeks ini dibuka menguat di level 194,670 dan sempat menyentuh level tertinggi di 195,152. Meski terjadi aksi beli jelang penutupan, ISSI malah terseret melemah dan menyentuh level terendahnya.
Dengan hanya empat bluechips syariah yang menguat, indeks JII kembali turun tajam 8,174 poin (1,07%) ke level 757,733.
Transaksi perdagangan saham syariah sedikit bergeliat dengan volume jual beli saham yang meningkat menadi 62,92 juta syariah beralih tangan. Sayangnya, nilai transaksi perdagangan juga turun tipis menjadi Rp3,68 triliun.
Pemodal asing mulai mengurangi porsi jual saham syariah dengan mencatat nett sell Rp289 miliar.
Koreksi indeks sektoral terbesar terjadi pada smeiten barang konsumsi, properti, manufaktur, dan industri dasar. Keempat indeks ini masing-masing melemah 1,21 persen, 1,14 persen, 1,10 persen, dan 1,06 persen.
Hanya dua indeks sektoral yang bergerak mengaut yaitu perdagangan dan pertambangan masing-masing 0,14 persen dan 0,04 persen.
Empat emiten JII yang mencatat kenaikan harga saham terbesar yaitu UNTR yang harga sahamnya naik Rp900, LPPF Rp50, ADRO Rp10, dan EXCL Rp10.
Sebaliknya, saham UNVR mengalami tekanan cukup hebat usai rontok Rp1.450, diikuti oleh saham INDF yang harganya turun Rp150, SMGR Rp150, ASII Rp100, dan BRPT Rp90.
Analis PT Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi seperti dikutip dari laman Liputan6.com menuturkan, sentimen global akan pengaruhi laju bursa saham Indonesia. Sentimen global itu berasal dari ancaman perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan negara lain terkait pengenaan tarif impor baja dan aluminium.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 15 poin (0,11%) ke level Rp13.777 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya