Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia bergerak positif di tengah bayang-bayang aksi ambil untung investor. Sentimen negatif dari Wall Street relatif ditanggapi dingin.
Penguatan ini muncul di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru tertekan aksi jual emiten perbankan. Akibatnya, IHSG memulai sesi perdagangan dari zona merah.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 25 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,147 poin (0,09%) ke level 170,109.
Penguatan tipis ini dipicu naiknya harga saham dari 13 emiten syariah. Sebaliknya, 6 emiten syariah lainnya sudah mulai dilanda tekanan.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini dimulai dengan dana Rp 6,25 mliar dan 18,19 juta saham yang beralihtangan.
Laju ISSI masih terus berlanjut di sesi pembukaan. Kali ini ISSI menanjak pelan 0,081 poin (0,05%) ke level 170,043.
Pembukaan positif juga dicetak saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka naik 1,012 poin (0,14%) ke level 712,780 di sesi pre-openning.
Meski kembali menguat di sesi pembukaan, kenaikan kali ini sedikit tertekan usai JII hanya naik 0,653 poin (0,09%) ke level 712,421.
Kenaikan dua indeks acuan saham syariah tak bisa diikuti IHSG. Tekanan aksi jual emiten perbankan memaksa IHSG memulai awal pekan dari zona merah.
IHSG dibuka melemah 5,319 poin (0,10%) ke level 5.309,834 d sesi prapembukaan. Sebanyak 15 emiten yang bergerak menguat tak bisa menahan aksi jual 11 emiten lainnya.
Lantai bursa pagi ini sudah menangani dana investor hingga Rp 12,69 miliar dengan 24,67 juta saham beralihtangan. Pemodal asing kembali melakukan aksi jual dengan nett sell tipis Rp 817 juta.
IHSG kembali melemah 5,823 poin (0,11%) ke level 5.309,330.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah masih tertekan di tengah mata uang utama dunia yang mulai menguat. Rupiah pagi ini bertengger di level 13.155 per saham atau melemah tipis 5 poin (0,04%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?