Indeks Syariah Naik Tipis Tersenggol Sentimen Dow Jones

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 17 Juni 2014 09:48
Indeks Syariah Naik Tipis Tersenggol Sentimen Dow Jones
Meski dibuka menguat tipis, pergerakan indeks bursa saham Indonesia masih sangat fluktuatif dan beberapa kali masuk zona merah.

Dream - Sentimen penguatan indeks saham global, hanya mampu sedikit mengangkat pasar saham nasional ke zona positif. Investor masih menanti sentimen perdagangan yang baru untuk membuat laju indeks lebih bertenaga.

Dengan kondisi kurang menguntungkan ekonomi dalam negeri ditambah sepinya perdagangan akibat Piala Dunia, pelaku pasar tinggal berharap adanya berita positif dari Pemilihan Presiden (Pilpres).

Pada sesi pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa, 17 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 4,25 poin (0,09%) ke level 4.889,71. IHSG belum sanggup kembali menembus level 4.900.

Hingga perdagangan pukul 09.37 WIB, indeks masih bergerak fluktuatif. IHSG menyentuh level terendah 4.879,29 dan tertinggi 4.893,58.

Pembukaan positif juga dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka di level 160,50. Sama dengan IHSG, indeks ISSI juga terus bergerak fluktuatif.

Untuk saat ini, ISSI masih berkutat di zona merah setelah melemah 0,07 poin ke level 160,26. Sebanyak 66 emiten syariah terserat masuk zona negatif sementara 49 lainnya masih mampu menguat.

Nasib lebih beruntung dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Dibuka di level 656,93, indeks JII lebih banyak bergerak di zona positif dan sempat menyentuh level tertinggi 658,17.

Transaksi di 45 menit perdagangan ini mencapai Rp 609 miliar dengan saham beralih tangan sebanyak 3,9 miliar.

" Pada pergerakan hari ini, IHSG sepertinya masih akan menanti sentimen perdagangan yang baru," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.

Dengan kondisi ekonomi dalam negeri yang kurang menguntungkan ditambah sepinya perdagangan akibat sentimen Piala Dunia, Satrio menilai, sentimen Pilpres, dalam hal ini Jokowi Effect, adalah harapan terakhir bagi pergerakan IHSG.

Untuk jangka menengah, sentimen Pilpres diperkirakan masih akan membuat IHSG bergerak naik. " Pemodal memang masih harus menunggu untuk berlalunya sentimen negatif jangka pendek dari debat pilres kemarin," katanya. (Ism)

Beri Komentar