Indeks Syariah Sudah Sumringah, Rupiah Malah Melemah

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 7 Desember 2018 16:56
Indeks Syariah Sudah Sumringah, Rupiah Malah Melemah
Rupiah masih takluk di tangan dollar AS.

Dream - Kabar baik akhirnya datang dari pasar saham syariah Indonesia. Setelah beberapa hari mendekam di zona merah, tiga indeks acuan saham syariah akhirnya menutup perdagangan jelang akhir pekan, Jumat, 7 Desember 2018, di zona positif.

Penguatan indeks syariah ini berbeda dari prediksi sejumlah analis yang menilai pelaku pasar masih cemas dengan kelanjutan perdamaian dari perang dagang AS-China.

Namun sentimen positif ini belum menular ke pasar keuangan. Rupiah masih babak belur dihajar dollar AS yang terus bergerak menguat.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) kali ini, Indeks Saham Syariah Indonesia menguat 1,106 poin (0,494%) ke level 181,079.

Di awal perdagangan, ISSI memang terlihat masih khawatir dengan sentimen dari global. ISSI dibuka melemah tipis ke level 180,001. Namun koreksi ini tak berlangsung lama.

Pemodal berbalik melakukan aksi beli 5 detik sejak pembukaan perdagangan. Aksi investor ini bahkan membuat ISSI anteng bergerak seharian di zona hijau dengan level tertinggi sempat menyentuh 181.102.

Sentimen aksi beli investor juga turut dinikmati dua indeks bluechips syariah di BEI. Jakarta Islamic Index (JII) menutup sesi akhir pekan dengan menguat 2,690 poin (0,399%) ke level 676,310.

Sementara indeks JII70 naik qq1,106 poin (0,494%) ke level 224,962.

Kenaikan juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyentuh level 6.126,356 atau naik 10,863 poin (0,178%).

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini terjadi sebanyak 219.348 kali dengan 41,98 miliar saham yang berpindah tangan. Aksi jual beli ini menghasilkan transaksi perdagangan Rp3,23 triliun.

Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak menguat dipimpin properti yang melompak 2,321 persen. disusul indeks sektor industri aneka 1,380 persen, dan manufaktur 0,740 persen.

Tekanan terjadi pada indeks sektor keuangan yang melemah 0,578 persen, pertambangan 0,430 persen, dan infrastruktur 0,343 persen.

Emiten di sektor industri aneka menunjukan geliatnya pada perdagangan hari ini. Saham INTP memimpin penguatan dengan menguat Rp650, disusul UNTR Rp375, SILO Rp350, IBST Rp250, dan SQMI Rp155 per saham.

Sementara top losser saham syariah dihuni oleh saham tambang ITMG yang terkoreksi Rp375, UNVR Rp200, AMFG Rpq160, LINK Rp90, dan PTBA Rp90 per saham.

Dari pasar keuangan, rupiah lagi-lagi takluk dari mata uang Negeri Paman Sam. Setelah November lalu menjadi mata uang paling perkasa, rupiah kali ini terhempas kembali ke level 14.500.

Data Jakarta Intebank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat dollar AS diperdagangan di level rata-rata Rp14.539 atau melemah 22 poin dibandingkan kemarin Rp14.507.(Sah)

 

Beri Komentar
Detik-detik Persija Jakarta Juara Liga 1 2018