Corona Bikin Indeks Syariah Tiarap, IHSG Terlempar dari Level 5 ribu

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 12 Maret 2020 09:51
Corona Bikin Indeks Syariah Tiarap, IHSG Terlempar dari Level 5 ribu
Gara-gara corona ditetapkan jadi pandemi?

Dream - Baru saja dibuka, indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah. Bahkan, IHSG terjungkal dari level 5 ribu ke level 4 ribu.

Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 12 Maret 2020, pukul 09.30, IHSG merosot 197,317 poin (3,83%) ke level 4.956,788. IHSG terus turun setelah dibuka di 5.032,882.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 5,585 poin (3,74%) ke level 143,861.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), anjlok 23,945 poin (4,41%) ke level 518,359.

Indeks JII70 terjun 8,142 poin (4,49%) ke level 173,065.

1 dari 5 halaman

Ketakutan Terhadap Virus Corona Makin Menjadi

Pelemahan perdagangan ini disebabkan oleh faktor ketidakpastian global. Ditambah lagi ada kecemasan investor setelah WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi.

Sektor industri dasar, properti, dan keuangan terkena imbasnya. Indeks indusrtri dasar rontok 6,95 persen, properti 4,68 persen, dan keuangan 3,97 persen.

Dari pasar uang, rupiah juga ikut tiarap. Dolar AS menanjak 37 poin (0,26%) ke level Rp14.411 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Investor Gelisah, Indeks Syariah Kembali Melemah

Dream - Pelaku pasar modal kembali dibayangi ketidakpastian setelah munculnya isu akan adanya resesi ekonomi. Sentimen penyebaran wabah corona serta penyesuaian harga baru minyak dunia turut memaksa investor wait and see dengan perkembangan pasar. 

Dari dalam negeri, investor kembali dibuat cemas dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan turun 2,7 persen dari sebelumnnya 3,0-3,1 persen di bulan lalu.  

Sentimen negatif juga muncul dari aliran dana asing yang keluar dari Indonesia, secara year to date sampai 4 Maret 2020, mencapai Rp40,16 triliun.

 

 © Dream

 

Rangkaian sentimen negatif tersebut membuat indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran. Kondisi yang sama dialami tiga indeks acuan saham syariah.

Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu 11 Maret 2020 mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 2,341 poin (1,54%) ke level 149,446. ISSI memang sempat menguat di awal sesi pembukaan usai naik ke level 151,851.

Laju ISSI masih memberi harapan saat kembali menanjak dan sempat menyentuh level tertinggi 152,689. Namun koreksi yang terjadi pada bursa regional memaksa ISSI pelan-pelan bergerak turun dan sempat melorot ke level 148,496. 

Kondisi yang sama terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang  terguling 7,178 poin (1,31%) ke level 542,304. Sementara indeks JII70 melemah 2,735 poin (1,49%) ke level 181,207.

Masih kencanganya angin sentimen negatif dari dalam dan luar negeri memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 66,721 poin (1,28%) ke level 5.154,105.

3 dari 5 halaman

Saham Dijual

Sentimen negatif ini membuat investor beramai-ramai melepas sahamnya, terutama di sektor properti, infrastruktur, dan pertanian. Indeks sektor properti merosot 3,59 persen, infrastruktur 3,19 persen, dan pertanian 2,87 persen.

Hanya ada satu indeks yang menguat, yaitu barang konsumsi sebesar 1,25 persen. Penguatan sektor ini tak bisa menopang laju pelemahan perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah KINO yang harga sahamnya naik Rp210, UNVR Rp200, ICBP Rp175, TGKA Rp150, dan POLU Rp115.

Sebaliknya, yang terkoreksi kali ini adalah IBST yang harga sahamnya turun Rp700, POLL Rp575, JECC Rp550, AALI Rp500, dan ITMG Rp475.

Dari pasar uang, rupiah terjatuh. Pada 16.19, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 17 poin (0,12%) ke level Rp14.368 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Antisipasi Cegah Corona Disambut Pasar, Indeks Syariah Perkasa Seharian

Dream - Berbagai jurus yang disiapkan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menangkap dampak virus corona terhadap ekonomi Indonesia disambut positif pelaku pasar. Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kemarin terjungkap telah kembali menguat bahkan sepanjang perdagangan, Selasa, 10 Maret 2020. 

Sentimen perang dagang minyak dunia antara Arab Saudi dan Rusia untuk sementara dilupakan pelaku pasar. 

Diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 6,58 persen pada Senin 9 Maret 2020. Melemahnya IHSG membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan kebijakan-kebijakan berupa emiten boleh buyback dan penurunan antu reject menjadi 10 persen.

 

 © Dream

 

Angin positif tersebut turut berhembus pada pasar modal syariah. Tiga indeks acuan saham syariah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan meski penguatannya masih terbatas.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,729 poin (1,15%) ke level 151,787. ISSI perkasa seharian setelah dibuak naik ke level 150,110 saat sesi pra-pembukaan perdagangan.

Aksi beli saham oleh investor yang melihat harga saham turun tajam sempat mengerek ISSI ke level tertinggi di 153,449.

Penutupan positif juga menyapa dua indeks keping biru syariah. Indeks 30 emiten unggulan syariah, Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 8,079 poin (1,49%) ke level 549,482.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 menanjak 2,473 poin (1,36%) ke level 183,942.

Munculnya angin positif dari dalam dan luar negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik. IHSG menanjak 84,017 poin (1,64%) ke level 5.220,826.

5 dari 5 halaman

Ketakutan Investor Terobati

Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan otoritas keuangan dan bursa untuk sementara menyingkirkan kekhawatiran investor terhadap harga minyak dunia dan virus corona.

Para penanam modal melirik sektor keuangan, barang konsumsi, dan manufaktur. Ketiga indeks sektoral ini menguat 2,38 persen, barang konsumsi 2,18 persen, dan manufaktur 1,93 persen.

Indeks sektor pertanian menjadi satu-satunya yang terkoreksi namun dengan pelemahan 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya menguat Rp725, ICBP Rp400, INDF Rp375, MAPB Rp280, dan TGKA Rp200.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah JECC yang harganya terkoreksi Rp650, PLIN Rp320, MSKY Rp135, KJEN Rp105, dan AALI Rp100.

Dari pasar uang, rupiah kembali perkasa. Kurs dolar AS turun 72 poin (0,50%) ke level Rp14.320 per dolar AS.

Beri Komentar