Indeks Syariah Tutup Awal 2015 di Zona Positif

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 2 Januari 2015 16:24
Indeks Syariah Tutup Awal 2015 di Zona Positif
IHSG menguat 15,822 poin (0,30%) ke level 5.242,76 meski data-data ekonomi terbaru tak sebaik yang diduga.

Dream - Sempat tertekan kabar kurang menyenangkan dari laju inflasi dan neraca perdagangan tak menghalangi bursa saham Indonesia bergerak positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan menguat diatas level pembukaannya.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun 2015, Jumat, 2 Januari 2015, IHSG menguat 15,822 poin (0,30%) ke level 5.242,76.

Di awal perdagangan 2015 ini, IHSG hanya mampu mencetak level tertinggi di 5.247,93. Sementara posisi terendahnya berada di 5.230,75 atau masih di zona hijau.

Penguatan IHSG kali ini ditopang kenaikan harga saham dari 160 emiten. Namun IHSG sempat tertahan oleh melemahnya harga saham dari 143 emiten dan 75 lainnya yang bergerak stagnan.

Masih dalam suasana libur panjang, investor tampaknya belum banyak yang masuk pasar. Transaksi perdagangan saham hanya mencatat nilai Rp 4,46 triliun dengan 49,51 miliar efek yang beralihtangan.

Pemodal asing cukup membawa kabar baik bagi pasar modal Indonesia. Di awal 2015 ini, asing membukukan nett buy tipis sekitar Rp 19,49 miliar.

Meski IHSG melaju di zona hijau, tak semua indeks saham sektoral bisa menikmati kenaikan di awal tahun ini. Indeks sektor industri aneka memimpin pelemahan usai turun 0,50 persen, diikuti industri dasar 0,34 persen, dan infrastruktur 0,31 persen.

Sebaliknya, emiten properti kembali jadi buruan pelaku pasar di awal tahun ini dengan kenaikan 1,53 persen. Sektor lain yang mengalami kenaikan tertinggi adalah barang konsumsi 1,26 persen dan pertanian 0,68 persen.

Bertahannya IHSG di zona hijau ditengah sentimen negatif domestik juga berimbas pada dua indeks saham syariah di lantai bursa.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di awal tahun ini menutup perdagangan dengan menguat 0,592 poin (0,35%) ke level 169,23.

Kenaikan ISSI ditopang oleh menguatnya harga saham dari 91 emiten. Namun turunnya harga saham dari 92 emiten syariah sempat membuat ISSI ikut tertekan.

Usai libur panjang, pelaku pasar melakukan aksi jual beli terhadap 34,61 miliar saham. Transaksi ini membuat lantai bursa dipenuhi perputaran dana hingga Rp 3,23 triliun.

Penutupan di zona hijau juga dicetak saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 3,434 poin (0,50%) ke level 694,47.

Dominasi kenaikan harga saham mewarnai daftar penghuni JII dengan jumlah 17 emiten unggulan syariah. Sisanya, 11 emiten JII bergerak melemah dan 2 lainnya stagnan.

Sebanyak 6,09 miliar saham bluechips syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai mencapai Rp 1,86 triliun.

Dari kawasan regional, seluruh indeks saham utama Asia sore ini bergerak di zona hijau. Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,07 persen, bergitu pula Shanghai Composite naik 2,18 persen.

Awal kurang meyakinkan di awal 2015 justru melanda pasar keuangan. Rupiah sore ini kembali melemah 131 poin (1,06%) menjadi 12.518 per dolar AS.

Beri Komentar