Indonesia Bekukan Keanggotaan di OPEC

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 1 Desember 2016 13:42
Indonesia Bekukan Keanggotaan di OPEC
Langkah ini diambil setelah ada keputusan memotong produksi minyak mentah di luar kondensat.

Dream – Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara (temporary suspended) keanggotaannya di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Export Countries). Keputusan ini diambil dalam Sidang ke-171 OPEC di Wina, Austria.

Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 1 Desember 2016, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan, langkah ini diambil pasca keputusan sidang OPEC berupa pemotongan produk minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari di luar kondensat.

Sidang ini juga meinta Indonesia untuk memangkas produksi minyak sebesar 37 ribu barel per hari. “ Padahal, kebutuhan penerimaan negara masih besar dan pada RAPBN 2017 disepakati produksi minyak pada 2017 turun sebesar 5 ribu barel dibandingkan tahun 2016,” kata Jonan.

Dengan demikian, pemotongan produksi minyak yang bisa diterima Indonesia adalah sebesar 5 ribu barel per hari.

Mantan menteri perhubungan itu mengatakan, pemotongan kapasitas produksi ini tidak menguntungkan Indonesia—sebagai negara net importer minyak—karena harga minyak secara teoritis akan naik.

Sekadar informasi, Indonesia pernah melakukan pembekuan sementara keanggotaan di OPEC, yaitu pada 2008 dan efektif tahun 2009. Lalu, Indonesia memutuskan kembali aktif sebagai anggota eksportir minyak pada awal 2016.

Pembekuan sementara ini disebut keputusan terbaik bagi seluruh anggota OPEC. Di samping keputusan pemotongan produksi minyak sebesar 1,7 juta barel per hari bisa dilakukan, Indonesia tidak terikat dengan keputusan yang diambil sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.

Bagaimana dengan harga minyak? Harga minyak pun langsung meroket. Keputusan OPEC untuk memotong produksi minyak dari 33,6 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel per hari, membuat harga minyak mentah Brent pun naik US$4,07 atau 8,8 persen di angka US$50,45 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) pun naik US$4,21 atau 9,3 persen menjadi US$49,44 barel.

Beri Komentar