Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Industri keuangan dunia mulai dipadati surat utang syariah (Sukuk). Hingga 11 bulan terakhir, pasar keuangan dunia sudah menjual sukuk global hingga US$ 114,7 miliar. Penerbitan surat utang ini lebih besar dibandingkan periode sama setahun sebelumnya sebesar US$ 105,7 miliar.
Laporan terbaru dari pasar sukuk dari KFH Research memperkirakan faktor pemicu utama penerbitan sukuk yang fantastis ini adalah kebutuhan infrastruktur besar-besaran di wilayah Teluk, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika.
Khusus untuk proyek infrastruktur, tercatat penerbitan sukuk selama 11 bulan ini mencapai US$ 95,1 miliar. Sukuk global tersebut dikeluarkan lebih dari 10 negara.
Laporan itu juga mengatakan penerbitan sukuk oleh lembaga keuangan syariah di wilayah Teluk dan Malaysia telah sesuai dengan standar Basel III dan layak untuk memenuhi peningkatan kecukupan modal dan likuiditas standar Basel III.
KFH seperti dikutip CPIFinancial.net, Rabu, 1 Desember 2014 menambahkan pertumbuhan penerbitan sukuk pada 2014 juga didorong oleh pasar. Total 19 negara berlomba untuk masuk pasar sukuk pada 2014 dibandingkan dengan tahun 2013 yang hanya 18 negara.
Negara-negara yang baru pertama menerbitkan sukuk tercatat Inggris, Hong Kong, Senegal, Afrika Selatan, Sharjah, Luxemburg dan Pakistan.
Malaysia tercatat masih mendominasi pasar sukuk, dengan pangsa 64,6 persen dari total penerbitan. Disusul Arab Saudi (10,3 persen), Indonesia (5,4 persen), Uni Emirat Arab (5 persen) dan Turki (3,6 persen). Kelimanya disebut sebagai lima pasar utama sukuk.
Kelima negara tersebut mendominasi penerbitan sukuk secara keseluruhan yang mencapai total 89 persen, menurun dari tahun lalu yang mencapai 95 persen.
Sementara itu, sukuk yang beredar diperkirakan akan tumbuh pada kecepatan rata-rata lima tahun terakhir (sekitar 16 persen per tahun), menjadi US$350-US$360 miliar pada tahun 2015 (US$300 miliar pada akhir November 2014).
Tren penerbitan sukuk lintas batas meliputi penerbitan sukuk dalam mata uang asing, terutama dolar AS. Malaysia sudah mulai memposisikan diri sebagai penerbit sukuk multi-currency.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya